BREAKING NEWS
 

Komdigi Perluas Akses Internet ke Pelosok

Peluang Usaha Mulai Terbuka, Belajar dan Berobat Makin Mudah

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 17 Oktober 2026 10:37 WIB
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan pelatihan teknologi internet kepada siswa SMK Islam Nurul Qolbi di Desa Setanggor, Praya Barat, NTB, Rabu (22/4/2026). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan menyiapkan talenta lokal di bidang teknologi internet. Dok. Komdigi

RM.id  Rakyat Merdeka - Nur Rahma, pemilik Rahma Elmas Homestay di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), merasakan langsung manfaat Program Kampung Internet. Berkat akses internet yang stabil, ia kini lebih mudah mempromosikan penginapannya dan menjangkau wisatawan, termasuk turis asing.

Manfaat serupa dirasakan Rian, warga yang mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan. Sebelum internet menjangkau desanya, Rian harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk memasarkan hasil pertanian. Kini, akses internet membuka peluang baginya untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Desa Jeruk Manis berada di Kecamatan Sikur, sekitar 24 kilometer di sebelah timur Kota Selong, Lombok Timur. Terletak di kaki Gunung Rinjani, desa ini memiliki potensi wisata alam yang menawan. Hamparan sawah bertingkat, hutan asri, dan sejumlah air terjun menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, potensi wisata tersebut belum sepenuhnya dikenal luas. Akses internet yang belum stabil menjadi salah satu kendala. Kondisi geografis berupa pegunungan dan berbukit menjadi salah satu kendala utama pemerataan sinyal di daerah ini. 

Pada Agustus 2025, Desa Jeruk Manis menerima bantuan akses internet melalui Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sejak itu, konektivitas internet yang lebih stabil mulai membuka peluang baru bagi warga desa, termasuk dalam mengembangkan usaha.

Baca juga : Komdigi Finalisasi Formula Tarif ODD, Risiko Pengantaran Jadi Pertimbangan

Salah satunya dirasakan Nur Rahma, pemilik Rahma Elmas Homestay. Ia mengatakan, akses internet yang stabil memudahkannya mempromosikan penginapan dan menjangkau wisatawan, termasuk turis asing. Sebelumnya, promosi usaha terkendala sinyal dan mahalnya biaya paket data, sehingga penginapannya sulit dikenal wisatawan yang umumnya mencari akomodasi melalui platform digital.

“Sebelum ada internet, kami kesukitan untuk mempromosikan penginapan yang ada di sini," kata Nur Rahma.

Sejak akses internet membaik, jumlah tamu meningkat. Kamar yang sebelumnya hanya terisi empat hingga lima kali dalam sebulan, kini bisa penuh hampir setiap hari.

Promosi kini dilakukan melalui berbagai kanal digital, seperti Instagram, Facebook, dan Google Maps. Internet yang stabil juga menjadi nilai tambah bagi wisatawan mancanegara yang membutuhkan koneksi untuk berkomunikasi maupun bekerja selama menginap. 

Adsense

Selain mengembangkan usaha, ia juga memanfaatkan internet untuk menambah pengetahuan secara mandiri, termasuk belajar bahasa Inggris. Kemampuan ini penting untuk memudahkan komunikasi dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desanya. "Dari internet, semua bisa dipelajari,” katanya.

Baca juga : Langkah Strategis Komdigi Disorot Akademisi UI di Forum 100 Negara Dunia

Manfaat internet tak hanya dirasakan pelaku usaha penginapan, tetapi juga warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Rian, misalnya, sebelum akses internet tersedia, harus menempuh perjalanan sekitar satu jam ke luar desa untuk memasarkan hasil panennya. Kini, konektivitas melalui Program Kampung Internet membuka peluang bagi warga untuk memperluas pemasaran hasil pertanian dan menjangkau konsumen lebih luas.

Berobat dan Belajar Makin Mudah

Warga di desa Camplong, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga merasakan manfaat akses internet. Manfaat paling terasa saat mengakses layanan kesehatan, seperti di Puskesmas. Konektivitas membantu tenaga kesehatan menjalankan pelayanan sehari-hari.

Perawat Puskesmas Camplong, Marta Gunu Welan, mengatakan akses internet memudahkan tenaga kesehatan menggunakan berbagai aplikasi kesehatan.

Dengan akses internet, tenaga kesehatan dapat mengunggah data pasien lebih cepat dan menggunakan aplikasi layanan kesehatan. "Masyarakat juga lebih mudah memperoleh informasi kesehatan digital, mulai dari pola hidup sehat hingga tumbuh kembang anak," ujarnya.  

Siswa Sekolah Dasar YPK Netar di Jayapura, Papua, juga merasakan manfaat akses internet. Mereka kini dapat menggunakan internet untuk mengerjakan tugas sekolah sehari-hari. “Kalau ada pertanyaan dari guru dan tidak ada dalam catatan, kita bisa menggunakan internet."

31.864 Fasilitas Publik Terhubung

Baca juga : Uji Coba Perlinsos Digital Di Bali, Komdigi Tingkatkan Kapasitas Portal

Komdigi menjalankan program Pemerataan Broadband Nasional, Internet Rakyat, dan penyediaan internet cepat untuk mengurangi kesenjangan digital, terutama di wilayah 3T. Pemerataan Broadband Nasional memperluas jaringan serat optik hingga kecamatan dan desa, sementara Internet Rakyat menawarkan akses terjangkau melalui kolaborasi BAKTI Komdigi, penyedia jasa internet lokal, dan BUMDes. Komdigi juga mengoptimalkan Satelit SATRIA-1 dan menata spektrum frekuensi radio untuk memperluas akses internet di wilayah terpencil dan fasilitas publik.

Pada 2026, layanan internet Komdigi menjangkau 31.864 fasilitas publik. Rinciannya 21.722 fasilitas pendidikan, 6.384 kantor pemerintahan, dan 1.887 fasilitas kesehatan. Akses internet juga tersedia di lokasi pertahanan dan keamanan, pusat kegiatan masyarakat, tempat ibadah, pelayanan usaha, wisata, dan transportasi publik. Konektivitas ini turut mendukung program prioritas pemerintah, seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, pemerataan konektivitas diharapkan membuka peluang dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. “Keterhubungan harus berdampak kepada pertumbuhan,” ujar Meutya. 

Pentingnya Pemerataan Internet

Pengamat telekomunikasi dan media Aditya Iskandar mendukung upaya Komdigi memperluas akses internet secara merata. Ia menilai, pemerataan jaringan memberi masyarakat kesempatan yang sama dalam memanfaatkan internet. "Konektivitas yang memadai juga membantu warga mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta mengakses informasi dan pengetahuan," kata Aditya.

Bagi pelaku UMKM, internet membuka peluang menjangkau lebih banyak konsumen. Sementara itu, pelajar dapat mengakses beragam sumber pembelajaran dengan lebih mudah. Aditya berharap perluasan jaringan diiringi layanan internet yang terjangkau. Dengan begitu, masyarakat di pelosok dapat menikmati manfaat ekonomi digital dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense