BREAKING NEWS
 

Water Bombing Karhutla Tanjung Puting Ditingkatkan Jadi 26 Kali

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 18 Oktober 2026 14:13 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, terus diperkuat.

Hingga Minggu (18/10/2026) siang, operasi pengeboman air (water bombing) telah dilakukan sebanyak 26 kali, meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 16 kali.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, operasi pemadaman melalui jalur udara masih terus dilanjutkan untuk mengendalikan kebakaran di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting.

“Water bombing (WB) di Tanjung Puting, kemarin 16 WB, hari ini sementara 26 WB,” ujar Raja Juli.

Baca juga : Inpres 3/2020 Atur Tugas Karhutla, Pemerintah Diharapkan Perkuat Pengawasan

Pembaruan penanganan karhutla tersebut juga diunggah Raja Juli Antoni melalui akun Instagram pribadinya, @rajaantoni, Minggu (18/10/2026).

Raja Juli menjelaskan, terdapat enam helikopter water bombing di Kalimantan Tengah.

Namun, helikopter-helikopter tersebut belum dapat beroperasi karena keterbatasan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut.

Adsense

Kondisi berbeda terjadi di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Jarak pandang di bandara tersebut relatif lebih baik sehingga, setelah dilakukan koordinasi, satu helikopter water bombing milik swasta, Sinar Mas, dapat beroperasi dari wilayah tersebut.

Baca juga : Padamkan Karhutla, Negara Lain Yang Mau Bantu, Silakan Datang

Kekuatan operasi udara juga bertambah dengan tibanya helikopter water bombing milik TNI Angkatan Udara dan Kementerian Kehutanan di Kuala Pembuang. Kedua helikopter tersebut didatangkan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Di tengah upaya memperkuat pemadaman melalui jalur udara, Kementerian Kehutanan juga meningkatkan pengerahan personel untuk menangani kebakaran melalui jalur darat.

“Segala daya upaya terus diikhtiarkan, termasuk mempertebal pasukan darat,” ujar Raja Juli.

Sementara itu, Direktur Konservasi Kawasan Sapto Aji Prabowo mengatakan, pemadaman di wilayah Pesalat dan Teluk Pulai dimaksimalkan melalui operasi darat.

Baca juga : NasDem Minta Pemerintah Tetapkan Kebakaran Hutan Sebagai Kejadian Luar Biasa!

Tim gabungan didukung peralatan pemadaman yang meliputi pompa suplai, pompa apung, pompa jinjing, mini strike, serta selang dalam jumlah memadai.

Menurut Sapto, tim gabungan yang terdiri atas personel Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Manggala Agni, BKO Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berupaya memadamkan api dengan memanfaatkan sumber air dari sungai dan sumur bor.

“Resor Pesalat dan Teluk Pulai, tim darat gabungan (TNTP, Manggala Agni, BKO Kemenhut, TNI, Polri, BPBD, dan relawan) terus memaksimalkan upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” ujar Sapto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense