RM.id Rakyat Merdeka - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) telah mencapai Rp 127,71 triliun hingga September 2026, atau 93,78 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut mendorong Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menaikkan ambisi penerimaan menjadi Rp 165 triliun hingga akhir tahun.
Target tersebut disampaikan Bahlil dalam Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ia meminta seluruh jajaran Kementerian ESDM mengoptimalkan penerimaan negara melalui pengelolaan sumber daya alam yang efektif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Saya menargetkan PNBP kita, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp 165 triliun," tegas Bahlil.
Target baru tersebut sekitar Rp 29 triliun lebih tinggi dibandingkan target PNBP sektor ESDM dalam APBN 2026 sebesar Rp 136,18 triliun.
Dengan realisasi Rp 127,71 triliun hingga September, pemerintah memiliki waktu tiga bulan untuk mengejar target hingga akhir tahun.
Baca juga : Bahlil: Kilang Balikpapan 99 Persen Rampung, Stok BBM Nasional Aman
Capaian ini melanjutkan kinerja positif tahun sebelumnya. Pada 2025, PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 138,4 triliun atau 108,56 persen dari target Rp 127,49 triliun.
Menariknya, kinerja penerimaan negara tetap terjaga meskipun pemerintah menahan laju produksi batu bara. Produksi pada 2026 ditata lebih rendah dibandingkan 2025 yang melampaui 800 juta ton.
Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah mengutamakan peningkatan nilai tambah sumber daya alam, bukan sekadar mengejar volume produksi.
Hingga September 2026, PNBP sumber daya alam batu bara telah mencapai 92,02 persen dari target APBN.
Capaian tersebut menjadi salah satu penopang penerimaan negara dari sektor ESDM. Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) juga memberikan kontribusi terhadap kinerja sektor energi.
Pada 2025, produksi siap jual atau lifting minyak tercatat sekitar 605,9 ribu barel per hari, melampaui target untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.
Capaian tersebut sekaligus membalikkan tren penurunan produksi yang berlangsung selama satu dekade.
Baca juga : Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
Di sektor hilir, pemerintah terus mendorong hilirisasi mineral untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas di dalam negeri.
Dari 14 smelter terintegrasi yang direncanakan, lima di antaranya telah rampung dengan nilai investasi mencapai 7,8 miliar dolar AS.
Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan industri prekursor, katoda, hingga baterai agar nilai tambah pengolahan mineral dapat dinikmati di dalam negeri.
Bahlil ingin nikel Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok industri hijau dunia, dengan pembangunan fasilitas industri di Tanah Air.
Namun, ia menegaskan pengembangan sektor pertambangan tetap harus disertai kepatuhan terhadap kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi dan pascatambang, serta keselamatan kerja.
Secara keseluruhan, investasi sektor ESDM pada 2025 mencapai 31,97 miliar dolar AS. Bahlil menilai, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kinerja sektor energi dan mineral ke depan.
"Capaian ini adalah fondasi, bukan garis akhir," ujar Bahlil.
Baca juga : Pemerintah Dan Pertamina Perkuat RDMP Balikpapan, Progres Capai 99 Persen
Untuk mengejar target penerimaan yang lebih tinggi, Bahlil meminta seluruh insan ESDM bekerja jujur, berani mengambil keputusan, dan memastikan setiap target dituntaskan.
Ia mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam perencanaan tanpa pelaksanaan nyata.
"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," tegasnya.
Pada momentum Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, pemerintah berharap sektor pertambangan dan energi tidak hanya berperan menjaga ketahanan pasokan, tetapi juga menjadi sumber penerimaan negara yang kuat.
Dengan pengelolaan yang optimal, peningkatan nilai tambah, dan kepatuhan terhadap aturan, kekayaan mineral dan energi Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.