BREAKING NEWS
 

Capai 4,56 Juta Ton, Stok Beras Aman

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 25 Oktober 2026 07:40 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meyakini ketersediaan pangan dapat terjaga dalam beberapa bulan ke depan. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stok beras nasional hingga Oktober 2026 mencapai 4,56 juta ton. Dengan jumlah tersebut, stok pangan nasional aman hingga Juli 2027.

“Sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober itu 4,56 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan pernah mencapai 5,7 juta ton,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Amran mengatakan, selama dua tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah terus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, serta kebijakan yang berpihak kepada petani.

Selain stok beras di gudang yang mencapai sekitar 4,5 juta ton, penguatan ketahanan pangan ditopang potensi produksi padi yang masih berada di lahan (standing crop) dengan estimasi 10 juta ton. Persediaan beras di sektor hotel, rumah tangga, dan sektor lainnya juga diperkirakan mencapai 10 juta ton.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, Amran meyakini ketersediaan pangan dapat terjaga dalam beberapa bulan ke depan. “Artinya apa? Kalau 25 juta ton dibagi 2,5 itu 10 bulan. Sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui penurunan harga pupuk sebesar 20 persen dan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Kebijakan tersebut dinilai turut memperkuat posisi ekonomi petani.

Baca juga : Demo Di Eropa Melebar & Anarkis, Pelajaran Buat Kita, Apa?

Amran menyebut, Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai angka 131, yang diklaim sebagai capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka. “Nilai tukar petani 131, ini tertinggi sejak tahun 92, bahkan sejak merdeka,” katanya.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian sebesar 5,74 persen. Sementara itu, nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun dan impor turun Rp41 triliun.

Untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan mineral seluas 2 juta hektare. Tahap awal penggarapan akan dilakukan pada lahan seluas 500 ribu hektare melalui sinergi Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, dan TNI.

Amran mengatakan, pengembangan lahan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas produksi pangan nasional seiring dengan pertumbuhan penduduk. “Lahannya ini 2 juta hektare, kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan,” tuturnya.

Adsense

Pemerintah juga memperkuat antisipasi terhadap perubahan iklim, termasuk dampak El Nino dan La Nina, serta menjaga stabilitas harga pangan. Pengawasan distribusi komoditas turut ditingkatkan menyusul anomali harga ayam dan telur, ketika harga di tingkat peternak turun, tetapi harga di tingkat konsumen justru melampaui harga eceran tertinggi.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan Polri untuk menindak dugaan praktik yang merugikan masyarakat.

Baca juga : Kasus Bupati Klaten, KPK Sita Uang Ratusan Juta Dan Bukti Suap Audit BPK

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Dengan persediaan sekitar 4,5 juta ton, Bulog memperkirakan stok tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar enam bulan.

“Kami yakinkan kepada masyarakat tidak panik, tidak perlu bimbang dan ragu, stok beras kita 4,5 juta ton,” tegas Rizal.

Untuk mengantisipasi melimpahnya stok beras, Pemerintah menyiapkan pembangunan 100 gudang tambahan. Langkah tersebut diperlukan karena kapasitas penyimpanan Bulog saat ini terbatas, sehingga perusahaan harus menyewa gudang tambahan yang mampu menampung sekitar tiga juta ton beras.

“Gudang Bulog terisi penuh dengan beras dan beras produk anak-anak bangsa. Bahkan Indonesia saat ini sudah mulai ekspor beras ke beberapa negara,” kata Rizal.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak mengapresiasi kinerja Pemerintah di bidang pangan, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan mekanisasi pertanian, perbaikan irigasi, serta kebijakan harga gabah dinilai memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani.

“Yang sudah dilakukan selama dua tahun ini sudah on the track. Tinggal bagaimana konsistensinya bisa berlanjut supaya kita swasembada terus,” kata Hanan dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Baca juga : Barcelona Vs Real Madrid, El Clasico Membara!

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menilai, penguatan produksi beras selama dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kinerja Pak Menteri luar biasa karena selama dua tahun Presiden Prabowo memimpin, beliau mampu merealisasikan program swasembada yang berdampak pada pemenuhan beras nasional,” ujar Rajiv.

Meski mengapresiasi peningkatan produksi, Rajiv mengingatkan pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada hasil panen. Pemerintah juga perlu memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi melalui dukungan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas, serta kebijakan yang menjamin keberlanjutan usaha tani. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense