RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) meluncurkan program Santri Melek Teknologi (Santri Matic) untuk meningkatkan keterampilan digital santri dalam mengembangkan produk ekonomi kreatif pesantren.
Berkolaborasi dengan salah satu marketplace, program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, sekaligus memperluas pemasaran produk kreatif pesantren melalui platform digital.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menjelaskan, program Santri Matic menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di lingkungan pesantren. Terlebih, Indonesia memiliki sekitar 42 ribu pesantren dengan hampir lima juta santri yang berpotensi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Kreativitas para santri di pesantren sebenarnya tumbuh luar biasa. Pesantren memiliki akar budaya yang kuat berkaitan dengan sejarah daerahnya. Ketika kekuatan budaya tersebut disentuh dengan inovasi, teknologi dan kreativitas, akan memberikan nilai ekonomi,” ujar Riefky dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).
Baca juga : PKS Targetkan 87 Kursi DPR
Melalui Santri Matic, santri dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan sekaligus mengembangkan produk kreatif. Keterampilan itu diharapkan dapat membantu santri menjadi kreator konten dan afiliator yang mampu memperluas jangkauan pasar produk pesantren. Mulai dari fashion, modest fashion, kuliner, hingga berbagai hasil kreativitas lainnya.
Sebagai tahap awal, sebut Riefky, program Santri Matic telah diluncurkan dan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026). Berkolaborasi dengan Shopee Indonesia, kegiatan ini diikuti 200 santri dari 22 pondok pesantren se-Solo Raya.
Rangkaian pelatihan mencakup pemanfaatan Shopee Marketplace, strategi promosi, ShopeeFood, hingga Shopee Affiliate Program. Para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti praktik pembuatan konten digital bersama mentor industri serta memperoleh inspirasi dari praktisi Shopee Affiliate, Salmah Haddad.
Menteri asal Partai Demokrat itu berharap, pelatihan Santri Matic tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan. Dengan demikian, keterampilan digital yang diperoleh santri dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif pesantren.
Baca juga : PKB Babel Perkuat Struktur Organisasi Di Semua Tingkatan
“Pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pembentukan komunitas alumni Santri Matic yang dapat terus berkembang,” ucap Riefky.
Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto mengatakan, program Santri Matic yang digelar di wilayahnya sangat positif. Dia berharap, santri tidak hanya menjadi penjual produk ekonomi kreatif, tetapi juga mampu menciptakan produk dan membangun model bisnis secara mandiri.
“Santri jangan hanya menjadi reseller dari produk-produk ekonomi kreatif. Santri harus menjadi kreator produk ekonomi kreatif. Kami memiliki Program Santri Next Level untuk meningkatkan nilai tambah santri, sehingga mereka tidak hanya menjadi pemain tetapi mampu menjadi kreator dan membangun model bisnisnya sendiri,” ungkap Respati.
Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menyatakan dukungannya terhadap peningkatan literasi digital di lingkungan pesantren.
Baca juga : BRI Perkuat Pembiayaan Sektor Pangan & UMKM
Melalui kolaborasi dalam program Santri Matic, Shopee juga memperkenalkan Kampus UMKM Shopee yang menyediakan kelas daring gratis dengan materi optimalisasi iklan, strategi mengikuti kampanye, hingga pengelolaan operasional usaha.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas akses, serta literasi digital yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para santri,” ujarnya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 3 November 2026 dengan judul "Kemenekraf Kembangkan Teknologi Di Pesantren Santri Disiapkan Jadi Kreator Ekonomi Digital"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.