BREAKING NEWS
 

Sisir Warga Yang Nggak Kebagian Bansos

Kapolri Instruksikan Polda Siagakan 25 Ton Beras

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 28 April 2020 05:54 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Idham Azis menginstruksikan kepada Polda dan Polres untuk menyiapkan masing-masing 25 ton beras.

Bahan pokok itu disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan sosial (bansos).

"Sekarang yang stand by tidak hanya Polres, tadi malam (kemarin) sudah dinyatakan bahwa setiap Polda juga menyiagakan 25 ton,” ungkap Idham di Jakarta, kemarin.

Idham menuturkan, pihaknya tidak hanya membagikan beras kepada yang membutuhkan, tetapi juga melakukan pendataan terhadap penerima untuk didaftarkan ke Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga, warga bisa mendapatkan program bansos pemerintah.

Baca juga : Ridwan Kamil: Bansos Diberikan Berdasarkan Data dari RT dan RW

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, lanjut Idham, kepolisian dibantu Babinsa dan Pemerintah Daerah (Pemda) akan menyisir langsung ke pemukiman masyarakat.

“Mekanisme pendataan mengerahkan Binmas bersama Babinsa dan Pemda door to door. Begitu dapat data, langsung diberikan,” jelasnya.

Sebelum menginstruksikan Polda, Idham sudah memerintahkan 500 Polres se-Indonesia menyiapkan stok pangan berupa 10 ton beras dan bahan pokok lainnya untuk membantu warga terdampak Covid-19.

Adsense

Selain itu, Kapolri meminta jajarannya memastikan kelancaran distribusi logistik dan mengedepankan tindakan preventif dan humanis dalam menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB).

Baca juga : Ketua DPD Minta Bansos & Bantuan Pangan Segera Cair

Instruksi lainnya, memerintahkan jajarannya melibatkan TNI dan pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan kemasyarakatan. Serta mengganti istilah siaga I dengan kesiapsiagaan dan melarang penggunaan kata tembak di tempat.

Sementara, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membentuk tim gabungan monitoring dan evaluasi penyaluran bansos.

“Saya minta Kemensos memberikan laporan secara periodik. Sebagaimana arahan Presiden, operasi penyaluran bansos harus kita jalankan dengan benar agar yang membutuhkan terpenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari,” ungkap Muhadjir.

Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Kemensos telah menyalurkan dua jenis bansos kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga : Selama PSBB, Warga Jabodetabek Dapat Bantuan Pangan Dari Pemerintah Pusat

Bantuan pertama adalah bansos khusus berupa paket sembako senilai Rp 600 ribu yang diberikan dua kali per bulan yakni senilai Rp 300 ribu kepada 1,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di DKI Jakarta dan 600 ribu kelompok penerima manfaat di Bodetabek.

Bantuan kedua adalah Bansos Tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu per KPM yang disalurkan kepada 9 juta KPM di luar penerima PKH dan Bansos Sembako di 33 Provinsi.

Kedua bansos akan disalurkan selama 3 bulan, pada April hingga Juni 2020. Namun proses distribusi bantuan itu disebut banyak mengalami kendala di lapangan. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense