BREAKING NEWS
 

BPOM Terbitkan Izin Darurat Vaksin AstraZeneca, Efikasi 62,1 Persen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 9 Maret 2021 11:07 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Net)

 Sebelumnya 
Efikasi vaksin dengan 2 dosis standar, yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar 2 bulan, menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen. Hasil ini sesuai dengan persyaratan efikasi untuk penerimaan emergensi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu minimal efikasi 50 persen.

Untuk aspek mutu, BPOM melakukan evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan.Hasilnya, secara umum, vaksin telah memenuhi syarat. 

“Sebagaimana vaksin Covid-19 yang sebelumnya telah memperoleh EUA, sebelum produk siap untuk digunakan, BPOM melakukan proses pelulusan produk (lot release). Setelah diberikan pelulusan produk, vaksin tersebut siap untuk digunakan dalam program vaksinasi," terang Penny.

Baca juga : Alhamdulillah 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Telah Tiba Di Tanah Air

BPOM berkomitmen untuk terus mengawal mutu vaksin, sepanjang jalur distribusinya. Mulai keluar dari industri farmasi, hingga disampaikan kepada masyarakat melalui vaksinasi.

Dalam hal ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM terus mengawal dan melakukan pendampingan kepada Dinas Kesehatan dalam pengiriman dan penyimpanan vaksin, agar tetap sesuai dengan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

BPOM juga berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor, yaitu Kementerian Kesehatan serta Komite Nasional dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas dan Komda PP KIPI) dalam mengawal keamanan vaksin.

Baca juga : Pemerintah Prioritaskan Pengadaan Barang dan Jasa Dengan Ekolabel

Seperti diketahui, pada Senin (8/3) petang, Indonesia telah menerima kedatangan 1.113.600 dosis vaksin Covid AstraZeneca di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-Hatta. Vaksin AstraZeneca tersebut datang setelah mendapatkan Persetujuan Pemasukan Obat Jalur Khusus (Special Access Scheme/SAS) pada tanggal 6 Maret 2021.

Vaksin tersebut langsung dikirim ke Bandung, untuk disimpan di Gudang PT Bio Farma. Dilanjutkan dengan sampling dan pemeriksaan fisik vaksin oleh tim dari BPOM dan Balai Besar POM di Bandung pada Selasa (9/3), untuk melakukan pengecekan suhu penyimpanan, kesesuaian bets, tanggal kedaluwarsa, dan sebagainya.

Vaksin AstraZeneca, merupakan vaksin Covid ketiga yang mendapat  izin penggunaan darurat dari BPOM, setelah Vaksin CoronaVac produksi Sinovac pada 11 Januari 2021, dan vaksin Covid Sinovac (vaksin ini datang dalam bentuk bulk atau curah) produksi Bio Farma pada 16 Februari 2021. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense