Sebelumnya
Bagaimana tanggapan para ahli? Ahli gempa bumi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawijaya menilai, penting bagi masyarakat tidak panik. Apalagi, hasil kajian BMKG belum valid secara ilmiah, sebelum ada publikasi resmi. Meski begitu, dia juga membenarkan adanya megathrust di selatan Jawa, seperti di Sumatera.
Serangkaian gempa yang terjadi di beberapa wilayah di Jatim tidak berhubungan dengan megathrust itu. Ketimbang di Jatim, Danny malah lebih khawatir potensi gempa di barat Padang, Sumatera Barat. “Sumber gempa besarnya sudah di siklus akhir, bahkan sudah dalam periode pelepasan,” cetusnya.
Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo menilai, permodelan yang dilakukan BMKG merupakan langkah awal yang tepat. Pemodelan ini menunjukkan worst scenario, karena dalam 5 bulan terakhir frekuensi gempa di Jatim sangat tinggi.
Baca juga : BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim Sore Ini
Menurutnya, kondisi ini patut dicurigai. Belajar dari gempa besar Yogyakarta, pada 27 Mei 2006 silam. Salah satu yang menjadi pertanda sebelum gempa adalah aktivitas kegempaan yang semakin sering. Saat itu, frekuensi gempa mengalami kenaikan, tetapi tidak lebih dari 50 gempa setiap bulannya. Sementara itu, di 5 bulan terakhir ini gempa yang terekam selalu lebih dari 500 kejadian.
“Sangat jauh perbedaan frekuensi tahun 2006 lalu dengan tahun sekarang ini. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita jauh lebih waspada,” pesan Amien.
Terlebih, tumbukan lempeng yang menyusun Jatim jaraknya sekitar 250-300 kilometer ke garis pantai. Hal itu menunjukkan gempa sangat mungkin terjadi di berbagai titik, di wilayah yang ada di sekitar zona subduksi. Yakni zona tempat terjadinya tumbukan itu.
Baca juga : Soal Kondisi Keuangan Negara, Pemerintah Disarankan Lebih Transparan
Lalu apa tanggapan pemerintah? Menteri Sosial, Tri Rismaharini, tidak mau kecolongan. Ia bahkan sudah mengerahkan tim ke sejumlah wilayah di selatan Jatim. “Ini staf tak tugaskan mulai minggu ini, mereka akan menyisir,” kata Risma.
Ia juga akan melatih warga di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang Selatan, Lumajang, Blitar Pasuruan, Probolinggo sampai Banyuwangi untuk melakukan mitigasi. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa mengetahui langkah-langkah penyelamatan mandiri dan evakuasi.
Kader PDIP itu juga intens menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah dinas sosial sejumlah provinsi. Tak hanya Jatim, tapi juga Bali, dan Nusa Tenggara. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.