BREAKING NEWS
 

Batu Banjir Bandang

Khofifah Tak Kena "Batunya"

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 6 November 2021 07:40 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun tangan langsung dalam penanganan banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Jumat (5/11/2021). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

 Sebelumnya 
Khofifah juga memastikan dan menjamin ketersediaan konsumsi bagi korban banjir bandang. Pendirian dapur umum disegerakan sebagai pemusatan layanan warga terdampak. "Kami sudah membahas kaitannya rekonstruksi secara permanen maupun darurat. Untuk darurat kami akan menyiapkan bronjong dan sandbag sesuai kebutuhan," ucapnya.

Khofifah juga meminta percepatan pembersihan sampah ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sumber Daya Air, serta Dinas Cipta Karya Jawa Timur, terutama dalam penyediaan eskavator dan dump truck. "Semuanya harus gercep bersama-sama untuk memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan warga," perintahnya.

Baca juga : Korban Meninggal Banjir Bandang Kota Batu Bertambah Jadi 6 Orang

Musibah banjir bandang ini ramai dibicarakan di dunia maya. Mayoritas warganet menyampaikan belasungkawa dan berharap warga Batu tabah. Tidak ada warganet yang menyalahkan Khofifah atas bencana ini.

“Baru saja terjadi banjir bandang di Kota Batu. Semoga warga Batu baik-baik saja,” tulis @Naaoolll. “Ikut berduka cita atas musibah banjir bandang di Batu, kota yang sejuk dan indah. Semoga para korban sabar dan tabah. Mari kita introspeksi, bahwa keseimbangan dan kelestarian alam tidak boleh dirusak atas nama apapun,” sahut @afifahafra79.

Baca juga : Khofifah Pantau Langsung Evakuasi Dan Penanganan Banjir Bandang Di Kota Batu

Sementara, akun @aarfrian menerangkan, banjir bandang di Kota Batu ini adalah yang pertama kali dia lihat dalam 26 tahun hidupnya. Dia menganggap, banjir ini karena ada pembangunan kebablasan. Tapi, dia tidak menyebut siapa yang salah. “Tak cukup #prayForBatu, tapi ayo bersuara untuk stop pembangunan hotel dan tempat wisata yang eksploitasi alam berlebihan,” ujarnya.

Kondisi ini tentu berbeda bila bencana itu terjadi di Jakarta. Biasanya, jika ada banjir sebentar saja di Jakarta, banyak warganet langsung menyerang dan menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga : Banjir Bandang Di Kota Batu Renggut 2 Korban Jiwa, 6 Orang Masih Dicari

Kenapa demikian? Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menyatakan, hal ini terjadi semata-mata karena urusan politis. "Anies kan dianggap kubu oposisi. Sedangkan Khofifah bukan," celetuk pria yang akrab disapa Hensat ini, kemarin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, perbedaan respons itu karena sentimen politik publik. Anies seolah ditempatkan sebagai musuh besar oleh pihak tertentu. Anies akan selalu disalahkan tiap ada persoalan di Ibu Kota. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense