RM.id Rakyat Merdeka - Seluruh jemaah haji tahun ini akan mendapatkan smart card alias kartu pintar yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Untuk jemaah haji Indonesia, saat ini sudah 10.000 smart card yang dibagikan.
Smart card ini merupakan alat yang digunakan Pemerintah Arab Saudi untuk menjaga validitas data jemaah haji dari berbagai negara di dunia. Smart card ini dibagikan di sejumlah embarkasi di Tanah Air. Sisanya, jemaah haji akan menerima smart card setibanya di Tanah Suci.
Baca juga : Sudah Tervisa, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler Siap Terbang Ke Saudi Mulai 12 Mei
"10.000 dibagikan di Tanah Air, di beberapa emarkasi yang terdekat. Sisanya dibagikan di sini (Arab Saudi)," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, di Kantor Urusan Haji Madinah, Arab Saudi, Jumat (10/5).
Hilman mengatakan, pembagian smart card di Arab Saudi akan dilakukan di tiap kloter dan sektor. "Jadi nanti sudah dibagi per kloter, per sektor, lebih mudah. Dan tidak hilang di Tanah Air," imbuhnya.
Baca juga : Kemenperin Ketemu Bata Soal Penutupan Pabrik, Ini Hasilnya
Dia menerangkan, smart card ini merupakan inovasi yang diterapkan Kerajaan Saudi di 2024. Di dalam smart card ada QR Code yang di-scan petugas saat pemeriksaan. "Sekali tembak QR Code-nya itu langsung terdeteksi pada data jemaah itu," kata Hilman.
Smart card ini, tambah Hilman, dibagikan kepada seluruh jemaah haji. Jadi, bukan hanya jemaah haji Indonesia.
Baca juga : Stop Ngartis, Ingin Bertani
Smart card ini digunakan untuk mencegah masuknya jemaah ilegal dalam penyelenggaraan haji. "Penggunanya untuk masuk masyair. Di Arafah, Muzdalifah, Mina itu harus ada kartu tersebut," terang Hilman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.