Bagian 15
Tudi Diterima Sebagai Diplomat
“Wes ta Le, tenang aja. (Sudahlah Nak tenang saja) Kamu Insya Allah akan diterima di Kemlu,” kata Emaknya berusaha menenangkan Tudi yang gundah dan tertekan oleh omongan orang-orang sekitarnya.
Di saat-saat yang penuh tekanan mental akibat omongan adik Mbahnya yang tidak mengerti pentingnya pendidikan, Tudi mendapat ilham dari mimpi. Dia melihat pohon turi tumbuh di tembok semen. Pohon itu berbunga dua.
Baca juga : Lika-Liku Merantau, Kuliah, Dan Teror Polisi Khusus Susu
“Sesuatu yang tidak mungkin, mungkin terjadi. Dua bunga itu adalah Mas Geng dan dirinya. Insya Allah dirinya akan diterima di Kemlu bersama Mas Geng,” kata dia dalam hati yang selanjutnya diutarakan kepada Emaknya.
Tak lama setelah itu, surat dari Kemlu datang. Dia dinyatakan lulus dan diminta segera ke Jakarta. Betapa senangnya hati Tudi dan Emaknya. Dia pun berangkat ke Jakarta menyambut jalan masa depan yang mulai terbentang.
Sebenarnya waktu itu banyak beredar pandangan mengenai praktik KKN dalam rekrutmen pegawai di mana-mana baik negeri maupun swasta. Namun Tudi yakin di tengah santernya berita KKN, ruang untuk persaingan yang objektif berdasarkan meritokrasi di Kemlu masih terbuka.
Hanya saja dia harus ekstra hati-hati dalam tes wawancara. Jangan sampai kehidupan orang tua dan keluarga yang kurang mampu terekspos lebih-lebih pekerjaan bapaknya sebagai tukang batu.
Baca juga : Dari Agen Susu Ke Gerbong Filsafat
“Bapak kerja di mana?” tanya salah satu tim penguji. “Itu Pak yang membuat bangunan,” jawab Tudi. “Kontraktor?” kata penguji. “Benar Pak... kontraktor,” sembari dalam hati Tudi berkata “maksudnya bapak saya dan kami sekeluarga masih mengontrak rumah. He he he... maaf bohong kecil tapi white lie. Mohon dimaklumi dan dimaafkan.”
Tapi memang benar, di Kemlu ada ruang yang sangat lebar untuk persaingan yang objektif dan berdasarkan sistem meritokrasi. Lebih-lebih dengan sistem Computer-Assisted Test saat ini. Sekjen atau Dirjen Kemlu saja tidak bisa mengetahui garapan anaknya yang ikut tes karena tanpa nama. Bahkan konon ada Sekjen Kemlu yang sampai rusak persaudaraannya karena sikapnya yang tidak mau KKN untuk meluluskan anak saudara... Bravo Kemlu, terima kasih telah menjadi “orang tua kami, rumah kami” yang sangat teduh.
Kuliah Master In Public Policy NUS Di Singapura
Bermodal keinginan kuat memberikan kontribusi dan menjaga nama baik Indonesia, Tudi terus memacu diri untuk maju. Dia berhasil lulus mendapatkan beasiswa di NUS Singapura pada 1997-1999.
Singapura, walaupun negara kecil, ingin menjadikan diri sebagai Center of Excellence pendidikan dunia. Mereka banyak merekrut profesor dan ahli-ahli unggulan dari berbagai negara. Mahasiswa Singapura memiliki jiwa dan semangat yang tangguh dan sangat kompetitif. Mahasiswa Singapura itu sangat ulet dan tangguh fisiknya. Tugas kelompok dari dosen dikerjakan bersama di salah satu apartemen teman. Dari pagi, siang, sore, malam, dan langsung kuliah lagi. Ada yang tidak tidur sama sekali. Ya, kebanyakan anak-anak Singapura. Yang lain sudah pada tepar.
Baca juga : Pengalaman Mistis Dan Sepeda Perang Tudi
Prof. Tom Snider yang berasal dari Harvard University mengajar Cost and Benefit Analysis. Sambil tertawa ringan namun penuh canda, dia bertanya, “Who did not sleep at all last night?” beberapa mahasiswa angkat tangan. “Who slept at 05.00?” Asem bener kan. Dia kayaknya puas banget melihat mahasiswanya klepek-klepek karena ngerjain PR dia. Tapi dia orang baik dan sangat bertanggung jawab.
Dari Singapura, Tudi memantau kondisi perekonomian nasional yang sedang tidak baik-baik saja dan tersapu badai krisis keuangan. Krisis itu demikian hebatnya dan cepat menjalar menjadi krisis multidimensional. Aksi-aksi demo menuntut Pak Harto mundur. Berita-berita gedung-gedung dibakar massa. Korban mulai berjatuhan. Presiden Suharto Sang Bapak Pembangunan pun jatuh pada 1998. Babak baru Indonesia dimulai: Era Reformasi.
Oleh Tudiono, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan. In Flight Jakarta-Cape Town, Juli 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.