RM.id Rakyat Merdeka - Revolusi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, termasuk cara memahami dan menjalankan agama. Teknologi ini mempercepat akses terhadap informasi keagamaan dan mulai menggeser otoritas tradisional dalam tafsir agama.
Fenomena ini menjadi latar belakang bagi lahirnya Teori Denny JA tentang Agama dan Spiritualitas di Era AI, sebuah perspektif baru yang menghubungkan sosiologi agama klasik dengan revolusi digital. Teori ini kini mulai diajarkan di berbagai kampus negeri dan swasta di Indonesia, baik sebagai mata kuliah mandiri maupun bagian dari kurikulum sosiologi agama dan filsafat.
Menurut Anick HT, Sekjen Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Jakarta, teori ini tidak menggantikan sosiologi agama klasik, tetapi justru melengkapinya. Ia menjelaskan bahwa agama selalu menjadi fenomena sosial yang dinamis, dan dengan hadirnya AI, terjadi perubahan besar dalam akses terhadap informasi, interpretasi teks suci, serta peran sosial agama dalam masyarakat.
Baca juga : Teori Denny JA Tentang Agama Di Era AI Mulai Diajarkan Di Kampus
Dulu, pemahaman agama dikendalikan oleh pemuka agama dan institusi keagamaan. Tafsir agama diwariskan secara hierarkis melalui ulama, pendeta, atau guru spiritual. Namun, dengan AI, akses terhadap ribuan tafsir dari berbagai tradisi kini dapat diperoleh dalam hitungan detik. Hal ini berdampak pada cara masyarakat mencari pemahaman agama.
Survei dosen UIN Bandung tahun 2020 menunjukkan bahwa 58 persen generasi milenial lebih memilih belajar agama melalui media sosial seperti Instagram dan YouTube dibandingkan menghadiri pengajian langsung dari pemuka agama. Meskipun demikian, pemuka agama tetap memiliki peran dalam membimbing komunitas, tetapi kini bukan lagi satu-satunya sumber rujukan dalam memahami agama.
AI juga menghadirkan tantangan baru bagi komunitas keagamaan, seperti bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara bertanggung jawab dalam konteks keagamaan serta bagaimana memastikan bahwa keterbukaan informasi tidak mengarah pada disinformasi atau penyederhanaan pemahaman agama.
Baca juga : Denny JA Menyatukan Sastra, Sejarah Dan Advokasi Sosial
Dampak AI terhadap agama sudah terlihat di berbagai belahan dunia. Di Arab Saudi, AI mulai digunakan untuk menjawab pertanyaan keagamaan berdasarkan kitab-kitab klasik. Teknologi AI dalam penerjemahan kitab suci memungkinkan akses lebih luas ke teks keagamaan dalam berbagai bahasa. Di Jepang, beberapa kuil Buddha telah menggunakan robot untuk membacakan doa bagi jamaah. Sementara itu, algoritma AI kini dapat menganalisis pola perubahan keyakinan dan praktik spiritual dalam masyarakat global.
Denny JA juga menyoroti bagaimana AI mengubah agama dari tradisi komunitas menjadi lebih individualistik. Ia menjelaskan bahwa perayaan keagamaan dan praktik spiritual kini semakin melebur dengan budaya global. Natal, misalnya, kini dirayakan tidak hanya oleh umat Kristiani, tetapi juga sebagai festival budaya di berbagai belahan dunia. Sementara itu, yoga yang berasal dari tradisi Hindu telah menjadi bagian dari gaya hidup global.
Hal ini memunculkan pertanyaan kritis, seperti apakah keterbukaan ini memperkaya pemahaman agama atau justru membuatnya lebih individualistik, serta apakah AI dapat menjaga substansi spiritualitas manusia atau hanya mengubahnya menjadi sekadar konsumsi informasi digital.
Baca juga : Denny JA Disebut Jenius Multidimensi, Ini Alasannya
Teori Denny JA memberikan perspektif baru mengenai bagaimana agama beradaptasi dengan era AI. Teknologi tidak akan menggantikan esensi pengalaman spiritual, tetapi akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan agama dan mencari makna hidup. AI memang menggeser posisi otoritas agama, tetapi tidak menggantikan pengalaman spiritual itu sendiri. Agama akan bertahan, beradaptasi, dan menemukan cara baru untuk tetap relevan dalam kehidupan manusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.