RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Prof Waryono menegaskan, sinergi zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mengatasi kemiskinan di sektor pertanian. Hal ini disampaikannya dalam acara Panen Raya Budidaya Kentang Program PINTARA (Petani Nusantara Sejahtera), di Kampung Babakan Tirtasari, Kecamatan Pangalengan, Jawa Barat.
Menurut Prof Waryono, pemberdayaan berbasis zakat tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. “Ketika masyarakat kehilangan nilai kebersamaan dan agama, yang muncul adalah sikap individualisme. Zakat yang dikelola optimal oleh lembaga harus mampu memperkuat solidaritas dan keberdayaan mustahik,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (27/3/2025).
Baca juga : Menko Yusril Sampaikan Keberatan Penyitaan Aset Pemerintah Indonesia di Paris
Ia juga menyoroti pentingnya validasi data penerima manfaat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. “Negara wajib hadir memastikan bahwa anak-anak petani tidak mewarisi kemiskinan. Salah satunya dengan memastikan mustahik tidak tumpang tindih dalam menerima bantuan seperti KIP atau PIP,” tambahnya.
Panen Raya dan Model Transparansi Dana Zakat
Baca juga : DKI Revitalisasi Gedung Puskesmas Sudah Uzur
Panen raya ini merupakan pencapaian Program PINTARA yang diinisiasi LAZ BaitulMaalKu dan BaitulMaal Munzalan Indonesia sebagai model transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Dalam satu siklus tanam selama empat bulan, program ini berhasil menghasilkan produksi kentang sebanyak 25 hingga 30 ton.
Prof Waryono mengapresiasi optimalisasi aset yayasan berupa lahan produktif berbasis wakaf dan mendorong inovasi lanjutan dalam pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah. “Kentang ini jangan hanya dijual dalam bentuk mentah. Harus ada inovasi dalam pengolahannya agar manfaat ekonomi bagi petani lebih besar,” pesannya.
Baca juga : Kebijakan Ketat Pelabelan Nutrisi Picu Kenaikan Investasi Makanan Sehat
Selain itu, ia juga menekankan perlunya pengembangan sumber pendanaan seperti CSR dan dana sosial lainnya guna menjamin keberlanjutan program pemberdayaan petani melalui zakat dan wakaf.
Acara ini dihadiri CEO LAZ BaitulMaalKu Yeni Nurjanah serta perwakilan dari BaitulMaal Munzalan Indonesia, dan ditutup dengan doa bersama serta panen simbolis oleh para tamu undangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.