Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Antisipasi Membludaknya Wisatawan Libur Lebaran
Kemenpar Minta Pemda Rancang Mitigasi Risiko
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) membuat mitigasi risiko atas sejumlah masalah yang mungkin timbul akibat membludaknya wisatawan saat libur Lebaran. Kegiatan pariwisata berkaitan erat dengan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Sri Utari Widyastuti mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, sekitar 111 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik dan berwisata pada musim Lebaran tahun ini.
Dari ratusan juta pemudik yang diperkirakan melakukan aktivitas wisata, sekitar 70 persen di antaranya berpusat di Pulau Jawa. Sebab itu, pihaknya mendorong seluruh Pemda di Pulau Jawa, mitigasi risiko atas sejumlah masalah yang mungkin timbul.
“Ini harus jadi catatan penting bagi Pemda. Perencanaan perjalanan yang matang dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sangat diperlukan,” ujar Sri dalam keterangannya dikutip, Senin (24/3/2025).
Lebih lanjut, dia mengatakan, Kemenpar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh Dinas Pariwisata di daerah agar mengambi langkah-langkah yang diperlukan, untuk me-manage arus wisatawan sekaligus memitigasi risiko dari potensi bencana yang mungkin timbul.
Baca juga : PSU Pilbup Tasikmalaya Tuai Polemik Dan Rawan Digugat
Sri menekankan, pengalaman wisatawan yang aman dan nyaman merupakan kunci utama dalam keberlanjutan industri pariwisata. Sebab itu, momen wisata di masa Lebaran harus dapat dikelola secara baik dan optimal.
“Ketika wisatawan merasa aman dan nyaman, mereka akan kembali dan merekomendasikan tempat itu kepada orang lain,” imbuhnya.
Sri juga meminta pengelola wisata swasta menyediakan jalur evakuasi yang jelas bagi wisatawan. Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko korban jiwa, bila terjadi bencana di lokasi wisata.
“Kami mengimbau, pengelola destinasi wisata untuk menerapkan standar keselamatan, termasuk jalur mitigasi dan evakuasi yang memadai,” cetusnya.
Senada, Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan mengamini pentingnya kesadaran seluruh pihak terhadap ancaman bencana yang mungkin timbul dari aktivitas wisata selama libur Lebaran.
Baca juga : Hakim Perintahkan Buka Blokir Rekening Terdakwa
“Setidaknya, masyarakat harus mengetahui risiko di daerah yang dikunjungi, baik itu potensi tsunami di kawasan pantai, longsor di daerah pegunungan atau cuaca ekstrem di berbagai destinasi wisata,” ujarnya.
Menurut Berton, pihaknya memiliki aplikasi InAWARE dan InARIS Personal yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek potensi bencana di lokasi wisata yang akan dikunjungi. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mendapat informasi terkait risiko bencana berdasarkan lokasi mereka.
“Cukup aktifkan GPS pada perangkat, aplikasi akan memberikan informasi terkait potensi bencana di sekitar dan rekomendasi mitigasinya,” jelasnya.
Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Anggara Setia Bawana menambahkan, penggunaan aplikasi InAWARE dan InARIS Personal juga harus diketahui pengelola sebagai wujud mitigasi risiko. Selain kesiapan dari pihak pengelola, wisatawan juga diminta untuk turut serta dalam upaya mitigasi bencana.
“Hal ini mencakup kesadaran akan risiko bencana di destinasi yang dikunjungi serta kesiapan pribadi dengan membawa perlengkapan darurat yang diperlukan,” imbuhnya.
Baca juga : DPR Beri Catatan Konstruktif
Pembahasan tentang rencana mengisi waktu liburan juga mulai ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Ada yang ingin ke kawasan pantai, gunung, hingga wisata hiburan.
“Lebaran tahun ini harus ke pantai. Kemarin, sudah mengalah ke adik buat liburan ke Ragunan, skarang yang harus ngalah,” cuit akun @ovonel556.
“Kalau ke puncak macet nggak ya. Khawatir mau lihat gunung malah liat mobil antri,” tulis akun @edinsoncavnpas.
“Nggak usah jauh-jauh cari tempat libur lebaran, ke Ragunan aja. Jaraknya dekat dan anak-anak pada senang,” usul akun @papasdendy.
“Yang nggak bisa liburan, jangan sedih ya. Kamu tidak sendirian, saya juga nggak bisa liburan di lebaran kali ini,” timpal akun @uaskjcdh. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.