Dark/Light Mode

AMMAN Catat Lonjakan Cadangan Tembaga dan Emas di Cebakan Elang Sumbawa

Selasa, 25 Maret 2025 11:14 WIB
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus melakukan eksplorasi guna mengembangkan cadangan mineral tembaga dan emas di Indonesia, termasuk di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu proyek utama di wilayah ini adalah Proyek Elang, yang tercatat sebagai salah satu cebakan tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan. (Dok. AMMAN)
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus melakukan eksplorasi guna mengembangkan cadangan mineral tembaga dan emas di Indonesia, termasuk di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu proyek utama di wilayah ini adalah Proyek Elang, yang tercatat sebagai salah satu cebakan tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan. (Dok. AMMAN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mencatat lonjakan signifikan dalam cadangan tembaga dan emas di Cebakan Elang, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) per 31 Desember 2024, cadangan bijih di Elang meningkat 79 persen dari 1,4 miliar metrik ton menjadi 2,5 miliar metrik ton.

Peningkatan ini juga mencakup kenaikan kandungan tembaga sebesar 71 persen dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon, serta lonjakan kandungan emas sebesar 76 persen dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.

Baca juga : Polda Metro Jaya Bongkar Industri Rumahan Tembakau Sintetis di Jakarta Utara

Penemuan deposit tembaga dan emas porfiri baru di Elang Selatan menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan ini.

Potensi Besar Cebakan Elang

Cebakan Elang, yang berlokasi sekitar 60 kilometer di timur tambang Batu Hijau—tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia—diklasifikasikan oleh Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey atau USGS) sebagai deposit Porfiri Tembaga-Emas Super Raksasa.

Dengan peningkatan cadangan ini, Elang semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu sumber daya tembaga dan emas terbesar yang belum dikembangkan di dunia.

Baca juga : Akhir Pekan Ini, Mulai Mudik

Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk Kartika Octaviana menyatakan bahwa lonjakan cadangan ini membawa dampak positif bagi industri pertambangan nasional.

“Peningkatan cadangan ini berpotensi mendorong produksi dan memperpanjang umur tambang secara signifikan. Hal ini tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap industri pertambangan serta perekonomian daerah dan nasional,” ujar Kartika dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3).

Rencana Pengembangan Tambang Elang

Saat ini, studi kelayakan definitif untuk tambang Elang sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada paruh pertama tahun 2025.

Baca juga : Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Ke Warga Korban Banjir Di Jakarta Selatan

AMMAN merencanakan operasi penambangan di tambang Elang setelah tambang Batu Hijau mencapai akhir masa produksinya pada tahun 2030.

Proyek ini diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2046, dengan fasilitas pengolahan bijih, smelter tembaga, dan pemurnian logam mulia yang memanfaatkan infrastruktur yang telah ada di Batu Hijau.

Dengan meningkatnya cadangan dan perencanaan strategis yang matang, AMMAN optimistis bahwa Proyek Elang akan menjadi aset penting dalam industri pertambangan nasional, serta mendukung ketahanan pasokan tembaga dan emas di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.