Sebelumnya
Menata Ulang Iklim Investasi dan Menutup Celah Ketidakadilan
Investasi, baik domestik maupun asing, hanya dapat tumbuh dalam sistem yang menjamin kepastian hukum dan keadilan ekonomi. Negara-negara seperti Vietnam dan Uni Emirat Arab telah menunjukkan bahwa stabilitas kebijakan dan ketegasan terhadap korupsi mampu meningkatkan minat investor secara signifikan.
Hal serupa juga harus diterapkan di Indonesia, terutama dalam konteks pemberantasan premanisme dan pungli yang telah menjadi hambatan laten dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Tidak hanya sebagai pelanggaran hukum, praktik-praktik ini telah menciptakan ketimpangan peluang dan menjauhkan keadilan ekonomi dari kelompok wirausaha pemula.
Baca juga : Tinjau Layanan Kesehatan Rakyat, Ibas Pastikan Program CKG Merata Di Seluruh Indonesia
Upaya memberantas pungli bukan sekadar tugas penegak hukum, tetapi memerlukan pendekatan struktural dan sistematis. Penyederhanaan regulasi dan integrasi sistem layanan perizinan berbasis digital menjadi langkah awal yang penting.
Sistem semacam ini harus dirancang agar tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga tahan terhadap intervensi pihak ketiga. Dalam situasi tertentu, di mana gangguan terhadap dunia usaha bersifat sistemik dan mengancam kepentingan nasional, dukungan dari struktur strategis seperti TNI juga perlu dipertimbangkan dalam kerangka menjaga keamanan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan.
Penguatan peran lembaga investasi seperti Danantara akan menjadi tidak berarti apabila kawasan-kawasan strategis tempat penanaman modal masih dibayang-bayangi oleh praktik-praktik gelap.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap ekosistem investasi harus berjalan seiring dengan penguatan lembaga hukum dan pengawasan publik. Di sisi lain, dunia usaha juga harus berkomitmen untuk menjaga etika dan tidak terjebak pada kompromi yang justru memperpanjang usia pungli dan premanisme dalam sistem ekonomi nasional.
Baca juga : Lebaran Sudah Dekat Nih, Kapan iPhone 16 Rilis di Indonesia?
Oleh karena itu, sebuah gerakan Terangkan Masa Depan Indonesia sangat dibutuhkan, bukan sekadar simbol perlawanan terhadap kekwatiran akan ilusi kegelapan, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan wajah baru ekonomi Indonesia yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan.
Ketika wirausahawan muda dibekali dengan keberanian dan kompetensi, ketika aparat negara bekerja profesional dan bersih, dan ketika lembaga seperti Danantara mampu menjalankan mandat strategisnya tanpa gangguan eksternal, maka jalan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan lagi utopia.
Indonesia sedang memasuki era baru. Sebuah masa depan di mana premanisme bukan lagi bayangan yang menghantui pelaku usaha, dan pungli tidak lagi menjadi bagian dari “biaya tak terlihat” dalam menjalankan bisnis.
Di masa depan itu, lahir wirausahawan tangguh dari kampus-kampus negeri, menggenggam gagasan, menjunjung etika, dan membangun Indonesia dengan tangan mereka sendiri. Dan antara cahaya yang menyala itu, terbentang sebuah keyakinan: bahwa masa depan Indonesia akan terang, karena kita memilih untuk menerangkannya, bersama.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Dukung AI Blockchain Center Indonesia
Penulis adalah Dr. Azis Syamsuddin, Dosen Universitas Trisakti, Wakil Ketua Umum Koordinator Hukum dan HAM, KADIN Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.