BREAKING NEWS
 

Ayam Nyaman Bertelur Di Lapas Narkotika Jakarta

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Kamis, 21 Mei 2026 19:33 WIB
Warga binaan memberi pakan ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Dok. Kemenimipas

RM.id  Rakyat Merdeka - Ayam itu nyaman dan rajin bertelur kalau kandangnya selalu bersih, sirkulasi udara baik, dan pemenuhan pakan tinggi protein serta kalsium. Ayam yang stres pun tidak akan produktif. Syarat budidaya ayam petelur itu ternyata sudah dijalankan dengan baik oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta. Siapa sangka pula, semua aktivitas budidaya dilakukan oleh para warga binaan, dibantu petugas lapas, serta didukung kerja sama dari pihak swasta.

Fakta unik ini didapat Rakyat Merdeka saat diajak oleh jajaran Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Pusdatin Kemenimipas) untuk menengok produktifitas lapas di Cipinang, Jakarta Timur tersebut pada Kamis (21/5/2026).

Usai masuk ruang kontrol yang sangat ketat di dalam, kami menyusuri sisi samping lapas. Di sana ada area program pembinaan yang bernama 'Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kampung Asimilasi Cah Angon'. Area hijau itu antara lain dipakai untuk peternakan ayam petelur, kolam lele dan nila, kebun sayur, pengolahan pupuk organik, dan bengkel workshop. Area itu terpisah dari blok hunian utama, demi sanitasi dan keamanan.

Tibalah kami di bangunan yang memenuhi kebutuhan kandang ayam layer sekitar 80 m². Selain kandang yang bersih, ayamnya pun terlihat sehat semua. Tampak pula di koridor jalan tengah, sejumlah warga binaan sedang memberikan pakan, mengangkut telur, dan membersihkan kotoran sembari dibimbing petugas. Ada juga seorang mitra kerja yang membantu penjualan dan sebagainya.

Baca juga : Filep Wamafma: Investasi di Papua Harus Hormati Hak Adat

Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Syarpani, mengungkapkan, pihaknya saat ini mengurus sekitar 1.700 ekor ayam dengan hasil produksi sekitar 1.500 butir telur per hari saat masa panen. "Setiap hari pasti bertelur dan habis untuk kebutuhan internal lapas. Sisanya dijual ke masyarakat dan pelanggan," ujar Syarpani.

Saat ini, program peternakan ayam petelur di Lapas Narkotika Jakarta berlangsung atas kerja sama dengan PT Pancanaka Nusantara Jaya. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilatih mengelola peternakan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.

Adsense

"Lapas adalah tempat pembinaan. Salah satunya pembinaan kemandirian. Bagaimana setelah mereka bebas nanti ada yang menampung dengan kita bermitra, sehingga diharapkan warga binaan itu berdaya setelah bebas," beber Syarpani.

Warga binaan mengikuti pelatihan menjahit di workshop garmen Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Dok. Kemenimipas.

Mochamad Taufan menjadi salah satu warga binaan yang merasakan manfaat dari bertenak ayam petelur itu. Awalnya merasa malas, kini ia mulai telaten mengurusi ayam. Rasa candunya pun makin hilang seiiring mimpi bisa berbisnis peternakan setelah bebas setahun lagi.

Baca juga : Semen Padang Terpuruk, Mentalitas Pemain Jadi Sorotan

"Banyak pelajaran yang membuat saya bangga. Kami diajarkan bertanggung jawab, jujur, loyal, dan bisa bekerja sama," tuturnya.

Setelah area peternakan, kami lebih ke dalam lagi mengunjungi fasilitas pembinaan lain seperti salon, garmen, dan kerajinan tangan. Di lantai 1 dan 2, ada beberapa ruangan workshop yang menampung puluhan mesin jahit, warga binaan yang mengikuti diklat, serta butik. Urusan garmen ini dikelola oleh Yayasan Qudwah Al Barosiyah dan PT Sentosa Garmindo Pratama. Warga binaan mendapatkan pelatihan menjahit dan produksi pakaian dengan bahan serta pendampingan yang disediakan pihak ketiga.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha warga binaan setelah bebas, Lapas Narkotika Jakarta juga menggandeng sejumlah lembaga eksternal, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Berupa akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidana.

Selain itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) juga dilibatkan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan membuka peluang jejaring usaha.

Baca juga : Fay Nabila, Bantah Bercerai Karena Mertua

"Nanti Hipmi dan Kadin akan membantu menyalurkan atau menerima usaha-usaha apa saja yang dimiliki oleh warga binaan," tuntas Syarpani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense