Dark/Light Mode

Semen Padang Terpuruk, Mentalitas Pemain Jadi Sorotan

Kamis, 30 April 2026 06:58 WIB
Para pemain Semen Padang. (Foto : Ileague)
Para pemain Semen Padang. (Foto : Ileague)

RM.id  Rakyat Merdeka - Semen Padang FC kembali menelan hasil buruk pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore, Kabau Sirah harus mengakui keunggulan Madura United FC dengan skor tipis 0-1.

Gol semata wayang tim tamu dicetak Jose Brandao Junior pada menit ke-15 melalui sundulan, memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan tuan rumah.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Semen Padang menjadi lima kekalahan beruntun. Situasi tersebut membuat posisi mereka kian terpuruk di papan bawah klasemen dan semakin dekat dengan zona degradasi.

Baca juga : Maung Bandung Tentukan Nasib Juara di 5 Laga Sisa

Dari 30 pertandingan, Semen Padang baru mengoleksi 20 poin dan tertahan di peringkat ke-17. Mereka terpaut cukup jauh dari Persis Solo di posisi ke-16 dengan 27 poin, sementara Madura United naik ke peringkat ke-15 dengan 29 poin.

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menyampaikan permohonan maaf atas hasil tersebut dan mengakui tanggung jawab penuh atas kekalahan timnya.

“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujarnya usai laga.

Baca juga : Zulhas Ajak LDII Bersinergi Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan

Ia menilai, tidak semua pemain menunjukkan performa maksimal di lapangan. Meski demikian, ia tetap memilih untuk tidak menyalahkan anak asuhnya.

“Saya lihat ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara,” tambahnya.

Meski berada di ambang degradasi dengan hanya menyisakan empat pertandingan, Imran menegaskan timnya tidak akan menyerah.
“Secara kalkulasi memang demikian, tapi saya punya tanggung jawab dalam kondisi apa pun. Saya akan terus berjuang sampai akhir kompetisi,” tegasnya.

Baca juga : LIXIL Kenalkan Konsep Baru Desain Hunian Berkelanjutan

Ia juga menepis anggapan kelelahan akibat jadwal padat sebagai penyebab utama. “Kelelahan tidak bisa dijadikan alasan. Semua tim merasakan hal yang sama. Ini kembali ke mentalitas,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.