BREAKING NEWS
 

PBI Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 10 Agustus 2026 11:34 WIB
Foto: Perempuan Berkebaya Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bantuan tersebut diberikan dalam kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.

Dua pekan setelah kebakaran, PBI datang langsung menemui warga dan menyalurkan berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian layak pakai untuk anak-anak dan remaja, kebaya untuk ibu-ibu, hingga obat-obatan. PBI juga menyerahkan perlengkapan pendidikan untuk anak-anak PAUD yang fasilitas belajarnya turut terbakar.

Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi warga Kasepuhan Ciptamulya yang masih menjalani proses pemulihan setelah kebakaran. Sebanyak 52 rumah dilaporkan terbakar akibat korsleting listrik pada 25 Juli 2026 sehingga warga terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah warga di kampung sekitar.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita di Kasepuhan Ciptamulya ini. Mereka terpaksa mengungsi dan menumpang tidur di rumah warga di kampung-kampung sekitarnya," ujar Rahmi.

Menurut Rahmi, bantuan kebaya menjadi salah satu perhatian khusus PBI karena perempuan di kawasan tersebut mengenakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Meski telah menerima banyak donasi pakaian, warga relatif jarang mendapatkan kebaya sehingga bantuan tersebut disambut gembira oleh para ibu di Ciptamulya.

Baca juga : Terjunkan 22 Unit, Damkar Jinakan Kebakaran Gedung Optik Tunggal Sempurna CikiniĀ 

"Ratusan kebaya yang kami bawa ini berasal dari teman-teman PBI Jakarta, Bogor, Sukabumi, Tangerang Raya dan Grobogan. Mudah-mudahan segera menyusul dari teman-teman cabang PBI lainnya," katanya.

Rahmi mengatakan kebaya yang disalurkan terdiri atas berbagai model, antara lain kebaya kutubaru, Kartini, janggan, encim, laboh, dan basiba. Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan turut menjaga keberlangsungan tradisi berkebaya sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Ciptamulya.

"Kampung adat memang harus dibangun kembali, pelestarian budaya berkebayanya jangan hilang," ujar Rahmi.

Selain bantuan pakaian, PBI menggelar pemeriksaan kesehatan bagi warga yang dipimpin dokter Isabella Koraag. Dalam kegiatan tersebut, warga menerima obat-obatan, vitamin, dan masker yang berasal dari Kementerian Kesehatan.

Adsense

PBI juga menyerahkan bantuan perlengkapan belajar untuk PAUD yang terbakar, yang berasal dari PT Gajah Tunggal Tbk. Bantuan tersebut meliputi meja dan peralatan belajar, aneka permainan anak, tempat minum, biskuit, pakaian anak, serta kebutuhan lainnya.

Baca juga : Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban KM Mutiara Sentosa II, Wujud Negara Hadir

PBI berharap bantuan tersebut dapat membantu anak-anak tetap menjalani aktivitas belajar dan segera kembali menjalani kehidupan secara normal. Dukungan terhadap fasilitas pendidikan dinilai penting dalam proses pemulihan masyarakat pascakebakaran.

Kepala Desa Ciptamulya Jaro Iwan mengapresiasi kepedulian PBI yang datang langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak. Ia mengatakan berbagai bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan bantuan dari para pengurus PBI. Apa pun bentuk bantuannya, kami terima dengan senang hati," ujar Jaro Iwan.

Menurut Jaro, kebutuhan warga pascakebakaran masih cukup banyak, tidak hanya berupa pakaian dan kebutuhan sehari-hari. Masyarakat juga membutuhkan fasilitas dasar untuk mendukung kehidupan di kawasan permukiman, terutama fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

PBI berharap kebutuhan dasar tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga proses pemulihan masyarakat Ciptamulya dapat berjalan lebih cepat. Bantuan dan dukungan berkelanjutan juga diperlukan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Baca juga : Jasaraharja Putera Percepat Santunan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Bagi PBI, Kasepuhan Ciptamulya bukan sekadar kawasan permukiman, tetapi juga komunitas adat yang menyimpan kekayaan budaya Sunda. Tradisi gotong royong, pertanian, penghormatan terhadap alam, serta berbagai ritual adat masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Karena itu, PBI berharap pembangunan kembali Ciptamulya dapat dilakukan dengan semangat memulihkan kehidupan sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Tradisi berkebaya bagi perempuan dan penggunaan ikat kepala atau pangsi bagi laki-laki diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan warga.

"Kami ingin Ciptamulya bangkit kembali. Rumah dan fasilitasnya dibangun, anak-anak kembali belajar, tetapi budayanya juga tetap hidup," kata Rahmi.

Ia berharap ibu-ibu tetap mengenakan kebaya, bapak-bapak memakai pangsi, serta anak-anak mengenal dan bangga terhadap budaya leluhur mereka. Dengan demikian, pemulihan pascakebakaran tidak hanya memulihkan permukiman, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Kasepuhan Ciptamulya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense