RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih kepada 70.944 penerima manfaat di 72 desa, 46 kecamatan, dan 14 kabupaten yang tersebar di enam provinsi.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah yang mengalami kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana.
Selain mendistribusikan air menggunakan truk tangki, BAZNAS juga membangun sumur bor untuk memperluas akses air bersih. Hingga kini, pembangunan sumur bor telah dilakukan di 37 lokasi.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan, Program Air Bersih merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya mereka yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Baca juga : Paviliun Sodik Mudjahid Diresmikan Di PUSDAI Jabar
"Program Air Bersih BAZNAS menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana," kata Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Sodik, bentuk bantuan disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah. BAZNAS mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, ketersediaan sumber air, serta karakteristik wilayah sebelum menentukan bentuk intervensi.
"Penyediaan akses air bersih oleh BAZNAS dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari pembangunan sumur bor dan pipanisasi, bak penampungan, hingga pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki," ujarnya.
Bantuan Darurat dan Jangka Panjang
Baca juga : BAZNAS dan Burger Bangor Salurkan Infak Rp50 Juta untuk Anak Yatim
Sodik menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi ditujukan untuk menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, distribusi air menggunakan truk tangki dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak, terutama ketika sumber air mengalami kekeringan atau tidak dapat digunakan.
"Distribusi menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang," katanya.
Dalam pelaksanaan program, BAZNAS juga berkoordinasi dengan BAZNAS daerah dan pemerintah daerah setempat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca juga : BAZNAS Gandeng LPAI Perkuat Perlindungan Anak Dari Keluarga Prasejahtera
Menurut Sodik, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat dan infak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf," pungkasnya.
BAZNAS juga mengajak masyarakat turut membantu pemenuhan kebutuhan air bersih melalui program Sedekah Air Bersih. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui kanal resmi BAZNAS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.