BREAKING NEWS
 

Indonesia Stop Ekspor RBD Palm Olein

Kasian, Banyak Negara Ketularan Krisis Migor

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 27 April 2022 08:10 WIB
Warga antre untuk membeli minyak goreng di Palembang, Sumatera Selatan. (Foto Abdul Qodir/AFP/Getty Images)

 Sebelumnya 
Harga minyak goreng sudah naik lebih dari 50 persen dalam enam bulan terakhir karena faktor lainnya. Seperti kekurangan tenaga kerja di Malaysia, musim kemarau di Argentina dan Kanada yang mempengaruhi produksi minyak kedelai dan canola.

Semula, para pembeli berharap di musim panas ini panen minyak bunga matahari akan berlimpah dari salah satu produsen utama, yaitu Ukraina. Namun pasokan dari Kiev terganggu karena invasi Rusia.

Adsense

Baca juga : Karyawan Dharma Jaya Ngadu Ke Gubernur Anies

Menurut Ketua Asosiasi Lembaga Perdagangan India, Atul Chaturvedi, mereka semula berharap bahwa pasokan minyak sawit dari Indonesia bisa menutupi kekurangan produksi minyak nabati lainnya.

Sekarang, para importir di kalangan pelaku industri nabati mengingatkan, larangan ekspor minyak sawit Indonesia akan membuat banyak negara menderita.

Baca juga : Lawan Persiraja, The Guardian Bakal Mati-matian Demi Tiket AFC

India, Bangladesh, dan Pakistan berusaha meningkatkan pembelian minyak sawit dari Malaysia. Namun menurut Chaturvedi, Malaysia sebagai produsen minyak sawit kedua terbesar di dunia tidak akan bisa menutupi kurangnya pasok minyak nabati itu akibat larangan ekspor dari Indonesia.

Indonesia saat ini memasok sekitar 50 persen dari kebutuhan minyak sawit India. Sedangkan ekspor Indonesia ke Pakistan dan Bangladesh sekitar 80 persen dari kebutuhan di sana.

Baca juga : Malam Ini, Mutiara Hitam Yakim Keluar Dari Zona Neraka

“Tidak seorang pun bisa menutupi hilangnya minyak sawit asal Indonesia. Setiap negara akan menderita,” kata Kepala Asosiasi Pengilang Minyak Nabati Pakistan (PEORA), Rasheed JanMohd.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense