BREAKING NEWS
 

Dalam Pertemuan Dengan Jokowi

Good News, Putin Siap Jamin Pasokan Makanan Dan Pupuk Dari Rusia Dan Ukraina

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 1 Juli 2022 07:48 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/6). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyampaikan kabar baik dari pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/6).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan dukungannya terhadap upaya PBB, untuk melakukan reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia dan komoditas pangan Ukraina, dalam rantai pasok dunia.

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin, yang akan memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia. Ini sebuah berita yang baik” ujar Presiden.

Baca juga : Komisi III DPR Akan Usulkan Keluarkan Ganja Dari Daftar Narkotika Golongan I

Di akhir pernyataannya, Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun. Kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai. Rantai pasok pangan, pupuk, dan energi dapat segera diperbaiki.

"Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai, dan semangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini, perdamaian dapat dicapai,” kata Presiden Jokowi

Adsense

Seperti diketahui, rantai pasok pangan dan pupuk global terdampak cukup parah oleh perang Rusia-Ukraina yang meletus sejak 24 Februari.

Baca juga : Fadel Uraikan Peluang Keberhasilan Jokowi Damaikan Rusia-Ukraina

Terkait krisis pangan global yang kini menghantui dunia internasional, terutama negara berkembang, Putin menyalahkan negara-negara Barat sebagai pemicu.

"Kami telah berulang kali menekankan, ketidakseimbangan pasar pangan adalah konsekuensi langsung dari kebijakan ekonomi sejumlah negara yang tidak bertanggung jawab, selama bertahun-tahun. Itu belum termasuk emisi yang tidak terkendali dan akumulasi utang tanpa jaminan. Situasinya telah memburuk sejak awal pandemi Corona," bebernya.

Namun, lanjut Putin, negara-negara Barat tidak mau mengakui kesalahan arah ekonomi mereka. Akibatnya, stabilitas produksi pertanian global semakin terganggu.

Baca juga : Mayoritas Publik Puas Dengan Kinerja Pemerintah Tekan Inflasi Dan Jaga Ketersediaan Barang

Ditambah lagi, Barat menerapkan pembatasan pasokan terhadap pupuk Rusia dan Belarusia.

"Sanksi itulah yang lebih memicu krisis pangan global. Bukan invasi Rusia dan blokade pelabuhan Laut Hitam," ucap Putin, seperti dikutip BBC, Kamis (30/6). ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense