BREAKING NEWS
 

Strategi Baru Indo Pasifik Diluncurkan, Indonesia-Korsel Makin Lengket

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 23 Desember 2022 16:03 WIB
Koordinator Fungsi Politik Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Seoul Reza Hera Wardhana dalam Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, beberapa waktu lalu. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Fungsi Politik Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Seoul Reza Hera Wardhana mengapresiasi strategi baru Indo Pasifik, yang diumumkan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dalam pertemuan KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, 11 November 2022.

Menurutnya, kebijakan ini tak jauh beda dengan The New Southern Policy (NSP) yang digagas pendahulunya, Moon Jae-in. Hanya saja, strategi baru Indo Pasifik mencakup wilayah negara yang lebih luas.

“Kebijakan luar negeri Presiden Yoon tidak hanya mencakup ASEAN, India, Australia dan Selandia Baru. Amerika Serikat dan Eropa juga masuk dalam jangkauan. Ini sangat ditunggu-tunggu oleh dunia internasional," ujar Reza dalam Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Ini Dia, 9 Prioritas Korsel Dalam Strategi Baru Indo Pasifik, Kontraterorisme Termasuk

Dia juga menilai, strategi Indo Pasifik Korsel berpotensi melebarkan peluang kerja sama dengan ASEAN. Khususnya Indonesia, yang akan merayakan ulang tahun persahabatan yang ke-50 dengan Korsel pada September 2023.

Adsense

Untuk diketahui, pada 2021, total perdagangan Indonesia-Korsel tercatat sebesar 18,41 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Korsel di tahun sama tercatat sebesar 8,9 miliar dolar AS dan impornya sebesar 9,4 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menjadikan Korsel sebagai negara tujuan ekspor ke-7 dan negara asal impor ke-6 bagi Indonesia.

Baca juga : Korea Jalankan Strategi Baru Indo Pasifik, Denuklirisasi Korut Jadi Target

Sementara nilai penanaman modal Indonesia dari Korsel pada 2021 mencapai 1,64 miliar dolar AS dengan 2.511 proyek. Ini menjadikan Korsel sebagai negara asal investasi asing langsung (FDI) ke-7 bagi Indonesia.

“Indonesia adalah strategic partner bagi Korsel. Indonesia memiliki banyak jalinan kerja sama dengan Korsel. Baik di sektor ekonomi, pertahanan, dan sebagainya," terang Reza.

Posisi yang strategis, juga menjadikan Indonesia kian sexy di mata Korsel. Tak hanya mampu memasok mata rantai global, Indonesia juga menjadi hub production dan pasar potensial bagi industri Korsel. 

Baca juga : Sambut Tahun Baru, Masyarakat Di Timur Indonesia Bakal Saksikan Batfest 2022

"Dari sisi demokrasi, Indonesia juga sepemahaman dengan Korsel. Dan yang tidak kalah penting, hubungan Indonesia dan Korsel tidak pernah diwarnai catatan buruk. Ini adalah modal penting untuk meningkatkan kerja sama," pungkas Reza. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense