Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Korea Jalankan Strategi Baru Indo Pasifik, Denuklirisasi Korut Jadi Target
Jumat, 23 Desember 2022 14:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) yang terpilih pada 9 Maret 2022, Yoon Suk-yeol telah mengumumkan strategi baru Indo Pasifik dalam pertemuan KTT ASEAN di Phnom Penh, 11 November lalu.
Terkait hal tersebut, Diplomat Korsel di Jakarta Choi Shin-hye mengatakan, strategi tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri Korsel yang mengacu pada Global Pivotal State Initiative.
Strategi yang berlandaskan pada tiga visi: kebebasan, perdamaian, dan kesejahteraan ini memegang teguh prinsip inklusivitas, kepercayaan, dan hubungan timbal balik.
“Korsel berusaha mempromosikan nilai-nilai inti. Termasuk, kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. Ini akan memperkuat tatanan internasional berbasis aturan, terkait solidaritas dengan negara-negara di kawasan,” ujar Choi dalam acara Workshop ke-5 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea, yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation beberapa waktu lalu.
“Kami menentang penggunaan kekuatan sepihak untuk mengubah status quo,” tegasnya.
Baca juga : Dirut MIND ID Jalankan Strategi Jitu Hilirisasi Tambang
Terkait upaya perdamaian, Choi menyebut, Korsel akan memainkan peran aktif dalam mencegah perselisihan dan konflik bersenjata, sesuai aturan. Serta mendorong penyelesaian perselisihan secara damai melalui dialog.
“Ini termasuk upaya berkelanjutan untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara (Korut), meningkatkan kemitraan di bidang non-proliferasi dan kontraterorisme, serta mempromosikan keamanan maritim, dunia maya, dan kesehatan,” bebernya.
Terkait kesejahteraan, Korsel berjanji akan berupaya membangun Indo-Pasifik yang lebih makmur, melalui tatanan ekonomi yang terbuka dan adil.
“Kami akan meningkatkan ketahanan rantai pasokan, memperluas jaringan untuk keamanan ekonomi, serta mendorong ekosistem ekonomi dan teknologi yang kooperatif dan inklusif,” papar Choi.
Tak cuma itu. Korsel juga akan aktif berkontribusi dalam mengatasi tantangan utama abad ke-21 seperti perubahan iklim, kesenjangan digital, dan masalah kesehatan global. Di samping menguatkan kolaborasi dengan negara-negara donor Official Development Assistance (ODA) dalam program kerja sama pembangunan.
Baca juga : Mahasiswa Dan Akademisi Sambut Positif Sosialisasi KUHP Di Jambi
Untuk mendukung tujuan ini, Korea berkomitmen untuk membangun jaringan kemitraan yang multidimensi dan komprehensif.
"Kami juga akan mempromosikan kemitraan strategis yang disesuaikan dengan masing-masing sub-wilayah, antara lain Amerika Utara, Asia Tenggara atau ASEAN; Asia Selatan, Oseania, Afrika, dan Eropa," tutur Choi.
Di wilayah Pasifik Utara yang meliputi Amerika Serikat, Jepang, China, Mongolia, dan Kanada, Korsel akan berupaya memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara mitra. Serta berkomitmen untuk mengembangkan ikatan yang telah terbangun selama 70 tahun dengan Amerika Serikat, dalam Aliansi Strategis Komprehensif Global.
Di lingkup ASEAN, Korsel meneguhkan dukungannya untuk ASEAN Centrality dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
"Korsel akan memperkuat kerja sama substantif dan strategis dengan ASEAN di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya," tegas Choi.
Baca juga : Satupena Berikan Penghargaan Penulis Berdedikasi Ke Musdah Mulia Dan Eka Budianta
Di Asia Selatan, Korsel akan meningkatkan kemitraan strategis dengan India, dan memperluas kerja sama yang substansial dengan mitra regional lainnya.
Di luar upaya meningkatkan kerja sama dengan Australia dan Selandia Baru, Korsel juga berkomitmen menguatkan hubungan dengan Kepulauan Pasifik. Choi bilang, Korsel adalah pendukung kuat Strategi 2050 untuk Benua Pasifik Biru.
"Pandangan kami tentang Indo-Pasifik meluas ke pantai Afrika di Samudera Hindia. Korsel berupaya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di kawasan ini, dengan memperkuat kemitraan pembangunan yang disesuaikan dan memperluas kerja sama keamanan maritim di bidang ini," beber Choi.
"Eropa juga mitra penting bagi Korsel, terkait Indo-Pasifik. Kami tak hanya berbagi visi dengan Eropa, tetapi juga berupaya meningkatkan kerja sama dan solidaritas dengan negara-negara Indo-Pasifik," tandasnya. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya