RM.id Rakyat Merdeka - Perang selama 10 bulan tanpa henti, mendorong seorang komandan lokal mengubah Sanatorium di era Uni Soviet menjadi pusat pemulihan bagi prajurit untuk mengobati penyakit mental dan fisik. Itu dilakukan sebelum kembali bertugas di garis depan.
Seperti dikutip dari Associated Press (AP), para pria duduk di kursi nyaman dengan ruangan redup wangi lavender dan pohon pinus. Mereka menarik napas dalam-dalam sambil memejamkan mata dan mendengarkan musik meditasi.
Namun, kegiatan itu bukan dilakukan kaum Adam yang sedang mendapatkan perawatan di spa. Mereka adalah para prajurit Ukraina yang sedang beristirahat di pusat rehabilitasi di wilayah Kharkiv. Mereka memulihkan tubuh dan pikiran sejenak sebelum kembali ke garis perang antara Rusia dan Ukraina.
Perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022 itu, belum menunjukkan tanda bakal berhenti. Mereka yang menjadi tentara tidak semuanya dari latar belakang militer. Ada juga warga sipil yang mau menjadi relawan demi membela tanah air. Alhasil, perang yang sudah 10 bulan ini membuat hati dan pikiran lelah.
Baca juga : KPK Telusuri Status Kepemilikan Apartemen Di Jakarta Yang Kerap Ditempati Lukas Enembe
Suasana itu sangat disadari Letnan Kolonel Oleksander Vasylkovskyi, yang menjadi komandan di Kharkiv. Dia lantas memanfaatkan Sanatorium era Soviet menjadi pusat pemulihan bagi prajurit untuk mengobati penyakit mental dan fisik.
“Rehabilitasi ini membantu para prajurit, setidaknya selama seminggu untuk memulihkan diri,” kata Vasylkovskyi, Letnan Kolonel di Angkatan Bersenjata Ukraina.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.