RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Malaysia tengah mengetatkan ikat pinggang dengan melakukan penghematan uang kas negara. Pasalnya, negeri jiran itu punya utang Rp 5 ribu triliun.
Beberapa upaya dijalankan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim, seperti menunda kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan membatasi penerima subsidi bahan bakar.
Baca juga : PNS Malaysia Minta Naik Gaji, PM Anwar Pusing 7 Keliling
Diberitakan Malaysia Kini, kemarin, Anwar menegaskan tidak akan menaikkan gaji PNS demi mengurangi defisit negara. Defisit merupakan keadaan ketika sebuah pemerintahan mengalami pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan.
Keputusan ini diambil Anwar di tengah desakan kenaikan gaji PNS.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota 27 Februari, Hadir Di Plaza Shinta Cimone
“Sekarang ini kita sedang memiliki utang sebesar 1,5 triliun ringgit (Rp 5.086 triliun), dengan defisit 5,6 persen,” terang Anwar, menjelaskan alasan kenapa dia menunda kenaikan gaji PNS.
“Jika kita menaikkan gaji, defisit anggaran bisa naik menjadi 6,5 persen,” simpul Anwar, saat menghadiri Forum Internasional tentang Islamofobia, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (27/2).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.