RM.id Rakyat Merdeka - Pesta demokrasi di Thailand sudah dimulai. Kemarin, sebanyak 2 juta warga memberikan suara mereka lebih awal. Di bawah teriknya matahari, mereka berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pemungutan suara secara resmi akan diadakan pada Minggu (14/5). Pemilihan Umum (Pemilu) ini akan menjadi pertarungan sengit antara partai pro militer (Partai Bangsa Thai Bersatu) dengan kubu sipil, seperti Pheu Thai dan Partai Maju.
Dilansir Channel News Asia, cuaca panas mewarnai pemungutan suara awal, kemarin. Saking panasnya, bahkan petugas sampai harus menyemprotkan busa halus ke antrean warga.
Sebagai informasi, suhu udara di Ibu Kota Thailand, Bangkok, dan sebagian besar Thailand mengalami gelombang panas selama April. Bahkan kemarin, suhu diperkirakan mencapai 39 derajat Celcius
. Srisuda Wongsa-ad (28), jadi salah satu warga yang rela berpanas-panasan demi memberikan suaranya.
“Saya berharap pemilihan ini akan mengubah negara menjadi lebih baik,” katanya, usai memberikan suara.
Baca juga : Waduh, 1 Juta ASN Belum Terima THR
Srisuda berada di antara ratusan orang yang mengantre dengan tenang di TPS di Distrik Ekkamai. Di kota itu, dia memberikan suara di kuil Wat That Thong, yang menghadap ke patung Buddha emas.
“Saya memilih kandidat dan partai yang saya sukai, yang dapat menjawab kebutuhan saya,” katanya.
Srisuda menambahkan bahwa dia memilih lebih awal karena lebih nyaman.
Di wilayah lain, di pusat perbelanjaan Royal Paragon Hall, TPS juga dipadati pemilih. Di sini, para pemilih bisa lebih nyaman, karena ada pendingin udara dari tempat tersebut.
Keramaian juga terlihat di TPS di Universitas Ramkhamhaeng, Bangkok. Lalu lintas yang ramai dan kemacetan juga terlihat di sekitar TPS itu.
“Saya sangat senang,” kata seorang pemilih, Pasawee Sriarunothai (20). Dia memilih lebih awal karena tidak berada di Bangkok pada 14 Mei nanti.
Baca juga : Kasus Covid Nanjak Lagi, Malaysia Ingatkan Warganya Pakai Masker
Pasawee mengaku, telah memberikan suaranya untuk partai yang memiliki kebijakan yang mendukung rakyat.
“Saya berharap pemilihan ini akan membawa masa depan yang lebih baik bagi negara ini,” kata Pasawee.
Lain lagi dengan Nantthapon Phomput (28). Dia ingin ada generasi baru yang memimpin Thailand.
“Saya ingin mencoba sesuatu yang baru,” kata Phomput di TPS kuil Wat That Thong.
Pemilih lain bernama Thanaporn Petchsangharn mengatakan, ingin seorang kandidat yang akan membangun Thailand.
“Saya di sini untuk menggunakan hak saya,” kata warga yang berprofesi sebagai atlet tenis itu, di TPS yang sama dengan Nantthapon.
Baca juga : Kasus Korupsi Pembayaran Tukin, KPK Juga Geledah Kementerian ESDM
Pemungutan suara awal ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat. Pihak berwenang telah mengantisipasi sejumlah besar pemilih awal.
Polisi mengatakan, sekitar 3.000 petugas dikerahkan di seluruh Ibu Kota. Kepolisian juga memperingatkan warga untuk menghadapi kemacetan lalu lintas yang lebih parah di sekitar TPS.
Sekitar 100 ribu warga Thailand yang tinggal di luar negeri juga akan memberikan suara lebih awal. Dalam pemilu tahun ini, ada lebih dari 52 juta warga yang memiliki hak suara. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.