Sebelumnya
Di samping itu, bendera setengah tiang juga akan dikibarkan di semua bangunan umum di Maroko, hingga tiga hari ke depan.
Lebih lanjut, Raja memerintahkan pasukan militer untuk membantu tim penyelamat, dan menyerukan seluruh warga Maroko untuk menyumbangkan darah sebagai bagian dari upaya nasional membantu para korban.
Baca juga : Gempa 7 Magnitude Landa Maroko, Tidak Ada WNI Jadi Korban
“Masih banyak orang yang tertimbun reruntuhan. Orang-orang masih mencari orang tuanya,” kata Adeeni Mustafa, salah seorang warga di kawasan Asni seperti dikutip dari kantor dilansir Reuters, Minggu (10/9).
Adapun data terbaru yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 2.012 orang. Sedangkan 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis.
Baca juga : Gempa M6,8 Maroko Tewaskan 632 Orang, 329 Luka-Luka, 51 Kritis
Bagaimana kondisi WNI di Maroko, khususnya wilayah terdampak? Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga berpaspor Indonesia yang menjadi korban. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha mengatakan koordinasi telah dilakukan KBRI Rabat dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia. Judha kemudian memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban.
“Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI. Delegasi Indonesia di Marakesh yang sedang mengikuti The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023, juga terpantau aman,” kata Judha.
Baca juga : Alhamdulillah, Sudah Dua Digit
Dia menambahkan KBRI Rabat akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak. “Ada sekitar 500 WNI yang tinggal menetap di Maroko,” rincinya.
KBRI Rabat juga telah menyiapkan hotline yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan. “Hotline KBRI Rabat dapat dihubungi pada nomor +212 661095995,” jelas dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.