Sebelumnya
Ketika warga Gaza memadati sekolah-sekolah PBB untuk berlindung, lembaga kemanusiaan memohon agar dibuatkan koridor-koridor untuk membawa bantuan ke Gaza, dan memperingatkan bahwa rumah sakit kewalahan menangani orang-orang yang terluka karena mulai kehabisan pasokan obat-obatan dan alat kesehatan.
Israel telah menghentikan masuknya makanan, bahan bakar dan obat-obatan ke Gaza. Satu-satunya akses tersisa dari Mesir ditutup Selasa, setelah serangan udara menghantam di dekat penyeberangan perbatasan.
Baca juga : Konflik Israel-Palestina Memanas, Kemlu Siapkan Rencana Evakuasi WNI
Tak hanya itu, satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza akan kehabisan bahan bakar dalam waktu 10 hingga 12 jam ke depan. Demikian disampaikan Ketua Otoritas Energi Palestina, Thafer Melhem kepada radio Voice of Palestine. Israel memutus pasokan bahan bakar listrik ke Gaza, Senin (9/10), sebagai bagian “pengepungan total”.
Perang, yang telah merenggut sedikitnya 2.100 nyawa di kedua belah pihak, diperkirakan akan terus meningkat. Israel tampaknya bertekad menghancurkan kekuasaan Hamas di Gaza, menyusul serangan Hamas 7 Oktober lalu. Apalagi Israel menuding, Hamas dan kelompok-kelompok militan lainnya di Gaza menyandera sekitar 150 tentara dan warga sipil.
Baca juga : Lestari: Literasi Keuangan Kudu Ditingkatkan
Pertanyaan yang membayangi adalah apakah Israel akan melancarkan serangan darat ke Gaza -wilayah sepanjang 40 kilometer yang terjepit di antara Israel, Mesir, dan Laut Mediterania, yang dihuni 2,3 juta orang dan telah dikuasai Hamas sejak 2007.
Israel disebut meningkatkan serangannya, Selasa, dengan memperluas mobilisasi pasukan cadangan menjadi 360.000 orang. Militer Israel mengatakan, mereka telah mendapatkan kembali kendali efektif atas daerah-daerah yang diserang Hamas di selatan dan perbatasan Gaza. Sementara baku tembak baru di perbatasan utara Israel dengan militan di Lebanon dan Suriah, pada Selasa, menunjukkan adanya risiko perluasan konflik regional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.