RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger meninggal dunia dalam usia 100 tahun di kediamannya di Connecticut, Rabu (29/11/2023). Demikian pernyataan Kissinger Associates, seperti dikutip BBC, Kamis (30/11/2023).
Semasa hidup, Kissinger tak hanya dikenal sebagai top diplomat Amerika, tetapi juga penasihat keamanan nasional pada masa pemerintahan Presiden Richard Nixon (1969-1974) dan Gerald Ford (1974-1977).
Selama puluhan tahun kariernya, pria yang terlahir dengan nama Heinz Alfred Kissinger itu memainkan peran penting, bahkan kadang kontroversial, dalam kebijakan luar negeri dan keamanan AS.
Baca juga : Gunung Dukono Di Halmahera Erupsi, Tinggi Kolom Letusan ± 1.900 M
Kissinger yang lahir di Furth, Jerman 27 Mei 1923 adalah seorang pengungsi Yahudi, yang melarikan diri dari Nazi Jerman bersama keluarganya. Dia menjejakkan kakinya di Amerika pada tahun 1938.
Kissinger yang dikenal brilian, memperoleh gelar MA dan Ph.D di Harvard University, masing-masing pada tahun 1951 dan 1954.
Semasa memainkan peran pentingnya dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Kissinger mempelopori kebijakan détente dengan Uni Soviet, mengatur pembukaan hubungan dengan China, terlibat dalam diplomasi ulang-alik di Timur Tengah untuk mengakhiri Perang Yom Kippur, dan menegosiasikan Perjanjian Damai Paris yang mengakhiri keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam.
Baca juga : Relawan Ganjar Creasi Gaet Milenial Dan Gen Z Dalam Diskusi Ilmiah
Menurut laporan Reuters, meski kecerdasan dan pengalamannya yang luas banyak dipuji orang, Kissinger juga dicap sebagai penjahat perang karena mendukung kediktatoran anti komunis. Khususnya di Amerika Latin.
Nobel Kontroversial
Tahun 1973, Kissinger mendapat penghargaan Nobel Perdamaian bersama pemimpin Vietnam Utara, Le Duc Tho. Keduanya dianggap berperan penting dalam merundingkan gencatan senjata dalam Perang Vietnam.
Dalam sejarahnya, Nobel 1973 ini terhitung kontroversial. Polemik mencuat karena Kissinger terlibat dalam beberapa kebijakan luar negeri kontroversial AS. Sebut saja pemboman rahasia di Kamboja, serta dukungan untuk rezim militer otoritarian di Amerika Selatan.
Baca juga : Kabar Duka, Mantan Men-PAN TB Silalahi Meninggal Dalam Usia 85
Setelah meninggalkan pemerintahan, ia membentuk Kissinger Associates, sebuah perusahaan konsultan geopolitik internasional.
Kissinger menulis lebih dari selusin buku tentang sejarah diplomatik dan hubungan internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.