BREAKING NEWS
 

Unjuk Rasa Lagi, Desak Gencatan Senjata

Pidato Kampanye Biden Diinterupsi Demonstran

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 10 Januari 2024 05:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) bersama Uskup Samuel L Green saat acara kampanye di Gereja Bunda Emanuel, Charleston, South Carolina, Amerika Serikat, Senin, 8 Januari 2024. (Foto Ricky Carioti/The Washington Post)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para aktivis dan masyarakat Amerika Serikat (AS) pro-Palestina kembali berunjuk rasa, demi mendesak Pemerintah menciptakan gencatan senjata di Gaza. Massa menginterupsi acara pidato Presiden AS Joe Biden, di lokasi penembakan massal pada 2015.

Biden berpidato untuk memperingati peristiwa berdarah di Gereja Bunda Emanuel, Charleston, South Carolina, sekaligus berkampanye menarik simpati pemilih warga kulit hitam.

 Di tempat itu, seorang pria bersenjata merenggut nyawa sembilan jemaat gereja warga kulit hitam itu. Namun tiba-tiba terdengar teriakan.

“Jika Anda benar-benar peduli dengan nyawa yang hilang di sini, maka Anda harus menghormati nyawa yang hilang dan menyerukan gencatan senjata di Palestina.”

Baca juga : Ganjar Janji Tambah Anggaran Kesehatan, Biaya Pendidikan Dokter Ditekan

Biden menyebut, dia sudah berbuat banyak untuk menekan Israel agar mau mencapai gencatan senjata. Sayangnya, desakan dan bujukan Washington tak ditanggapi serius oleh Tel Aviv. Namun, protes tersebut kemudian ditenggelamkan massa pendukung Biden yang meneriakkan seruan “Joe Biden dua periode”.

Di hari yang sama, pengunjuk rasa pro-Palestina menutup tiga jembatan besar dan satu terowongan utama di New York, pada jam sibuk Senin (8/1/2024).Yakni Jembatan Brooklyn, Manhattan dan Williamsburg, serta jalur Terowongan Holland yang menuju New Jersey.

Aksi solidaritas itu menyebabkan kemacetan yang meluas di kota terbesar di AS tersebut. Sebelum dibubarkan polisi, puluhan orang terlihat di setiap lokasi, membawa spanduk yang menyerukan diakhirinya bantuan militer AS untuk Israel.

Adsense

Mereka juga duduk di trotoar dan saling bergandengan tangan. Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam kelompok Shut it Down for Palestine juga berunjuk rasa di depan Bursa Efek New York. Departemen Kepolisian New York (NYPD) mengatakan, para demonstran telah meninggalkan semua lokasi sesaat sebelum tengah hari. Namun kemacetan lalu lintas masih belum pulih.

Baca juga : Ganjar Untuk Semua Doakan Kelancaran Ganjar-Mahfud Menuju Kepemimpinan Nasional

NYPD juga mengatakan menangkap 325 pengunjuk rasa pro-Palestina yang melakukan aksi pemblokiran jalan. Kepala Patroli NYPD John Chell mengatakan, para demonstran memblokir jembatan pada pukul 09:40 waktu setempat dan pada pukul 11:15. Kemudian, NYPD dan Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey melakukan penangkapan dan berhasil membersihkan lokasi tersebut.

Wali Kota New York Eric Adams, yang membuat pernyataan setelah penangkapan warga setempat, juga menyatakan dukungan terhadap hak berunjuk rasa. Namun, dia melarang pengunjuk rasa memblokir jembatan dan lalu lintas.

“Tujuannya adalah untuk melakukan protes secara damai tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap kota,” tegas Adams dikutip CNN, Selasa (9/1/2024).

Aksi protes semacam ini sudah menjadi hal biasa dalam beberapa bulan terakhir, ketika Israel melanjutkan invasi daratnya di Gaza, dan memaksa warga Palestina hengkang dari rumah mereka. Israel bertekad menghabisi Hamas, faksi Palestina yang berkuasa di Gaza, dan melancarkan serangan dadakan ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Kampanye Biden

Baca juga : Di Penghujung Tahun, Midea Gelar Kampanye Bertajuk Midea for My Dear

Pidato Biden di Gereja Bunda Emanuel juga merupakan salah satu kegiatan kampanyenya. Dalam kampanye tersebut, Biden menyatakan, supremasi kulit putih adalah racun bagi masyarakat Amerika dan ideologi itu tidak boleh mendapat tempat.

Dia juga menggunakan kampanyenya untuk menyindir Donald Trump, yang digambarkannya sebagai musuh demokrasi AS. Hal tersebut disampaikan Biden terkait peran Trump dalam kerusuhan di gedung Kongres AS, Capitol Hill pada 6 Januari 2021.

“Izinkan saya mengatakan apa yang tidak bisa dikatakan orang lain: Kita harus menolak kekerasan politis di Amerika. Harus selalu, tidak kadang-kadang saja. Selalu. Itu sama sekali bukan hal yang pantas,” kata Biden dikutip Associated Press.

Biden senagja memilih gereja itu sebagai lokasi kampanye, demi menarik suara warga kulit hitam AS. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense