RM.id Rakyat Merdeka - Sedikitnya 112 orang Palestina dilaporkan tewas dan 760 lainnya terluka, saat berjuang mendapatkan bantuan makanan di Gaza.
Militer Israel mengatakan, tank mereka memang melesatkan tembakan peringatan. Namun, tidak menyerang konvoi truk di wilayah pantai barat daya Kota Gaza.
Tetapi saksi mata warga Palestina mengatakan, pasukan Israel menembak langsung ke arah mereka. Saat kerumunan warga sipil berupaya mendapatkan bantuan dari iring-iringan truk, yang telah melewati pos pemeriksaan militer Israel di Kota Gaza.
Truk-truk pembawa bantuan sontak bergerak maju, hingga sebagian korban tewas tertabrak truk-truk tersebut.
Rekaman udara yang dirilis militer Israel memperlihatkan, ribuan orang berada di dalam dan sekitar truk. Sementara video yang viral di media sosial menunjukkan, korban tewas digotong ke dalam kereta keledai dan truk bantuan yang sudah kosong.
Atas kejadian ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dikelola Hamas di Gaza menuduh Israel melakukan pembantaian.
Baca juga : Pesan Wapres Kepada Diaspora Selandia Baru: Ambil Ilmunya, Jangan Lupa Pulang
Dewan Keamanan PBB telah menjadwalkan pertemuan darurat tertutup untuk membahas insiden tersebut.
Prancis mengatakan, penembakan oleh tentara Israel terhadap warga sipil yang mencoba mengakses makanan, tidak dapat dibenarkan.
Merespons hal ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan keprihatinannya. Dia yakin, insiden itu akan mempersulit upaya mediator untuk menengahi gencatan senjata sementara, dalam perang antara Israel dan Hamas.
Sementara Badan Amal Medis (MSF) menyebut kejadian itu sebagai hal yang mengerikan. MSF pun menyerukan gencatan senjata segera dan berkelanjutan.
Insiden itu terjadi beberapa jam sebelum Kemenkes Gaza mengumumkan, lebih dari 30 ribu orang, termasuk 21 ribu anak-anak dan wanita, telah tewas di Gaza sejak dimulainya konflik 7 Oktober 2023. "Sekitar 7.000 hilang dan 70.450 terluka," sebut Kemenkes Gaza.
PBB memperingatkan kelaparan membayangi di utara wilayah itu. Diperkirakan, 300 ribu orang hidup dengan sedikit makanan atau air bersih.
Baca juga : Tegas Dukung Palestina, Jokowi: Saya Menentang Keras Pernyataan Netanyahu
Militer Israel meluncurkan kampanye udara dan darat skala besar untuk menghancurkan Hamas - yang disebut sebagai organisasi teroris oleh Israel, Inggris, dan lainnya - setelah orang-orang bersenjatanya membunuh sekitar 1.200 orang di Israel selatan dan menyandera 253 orang.
Israel Membantah
Juru Bicara Kepala Militer Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagari menegaskan, pihaknya tidak melakukan serangan terhadap konvoi bantuan.
Dia menyebut, kejadian tersebut diawali dengan beberapa orang yang memulai aksi dorong-mendorong. Bahkan menginjak-injak warga Gaza lainnya sampai mati, mengarah pasokan kemanusiaan.
"Militer Israel justru mencoba membantu konvoi bantuan mencapai tujuannya," ujar Hagari, seperti dikutip CNN International, Kamis (29/2/2024).
Juru bicara IDF lainnya mengatakan, beberapa warga sipil yang mendekati tentara Israel di pos pemeriksaan terdekat, telah mengabaikan tembakan peringatan.
"Karena takut terancam, para prajurit menembaki mereka dalam respons terbatas," cetus juru bicara tersebut.
Baca juga : Keliling Gereja, Kapolri Pastikan Perayaan Ibadah Natal Berjalan Aman
Bagian utara Gaza kini mengalami kehancuran yang meluas, setelah menjadi fokus fase pertama serangan darat Israel. Sebagian besar wilayah, terputus dari bantuan kemanusiaan selama beberapa bulan.
Selasa (27/2/2024), seorang pejabat bantuan senior PBB mengingatkan, sedikitnya 576 ribu orang di seluruh Jalur Gaza - seperempat dari populasi - menghadapi tingkat bencana kerawanan pangan. Satu dari enam anak di bawah usia dua tahun di utara, dilaporkan menderita kekurangan gizi akut dan pemborosan.
Dalam beberapa hari terakhir, anak meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi di rumah sakit di Gaza utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.