RM.id Rakyat Merdeka - Parlemen Indonesia melawat ke parlemen Bulgaria guna memperkuat kembali hubungan bilateral kedua negara, Senin (29/4/2024).
Pertemuan parlemen kedua negara difasilitasi Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Makedonia Utara dan Albania, Iwan Boganata.
Anggota MPR RI diwakili langsung oleh Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Syaiful Hidayat. Hadir pula Mindo Sianipar dari PDI P, Panggah Susanto dari Partai GOLKAR, Moh. Haerul Amri dari Partai Nasdem, Dedi Wahidi dari Partai PKB, Mustafa Kamal dari PKS, Filep Wamafma dari Kelompok DPD, serta Rieke Diah Pitaloka dari PDI P.
Baca juga : Inggris Dukung Dan Berbagi Pengalaman Ke Indonesia Untuk Bergabung Ke CPTPP
Parlemen Indonesia disambut oleh Stanislav Bogdanski dari Partai There is Such People. Bogdanski juga merupakan ketua dan anggota parlemen Persahabatan Indonesia-Bulgaria.
Dubes Iwan mengatakan, hubungan bilateral Indonesia - Bulgaria telah terjalin selama 68 tahun, sejak tahun 1956. Terdapat tren peningkatan sebesar perdagangan bilateral sebesar 49 persen selama tiga tahun. Total perdagangan sebesar 755 juta dolar AS (sekitar Rp 12 triliun).
"Salah satunya kami telah merealisasikan program Indonesia Spice up the world. Mewujudkan program Rendang Goes to Europe, dalam hal ini membangun pabrik produksi dan rantai pasok makanan Indonesia di Bulgaria," ucap Dubes Iwan dalam keterangannya.
Baca juga : Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Dan Perumnas Penuhi Kebutuhan Rumah Bagi Pekerja
Sementara itu, Djarot Syaiful Hidayat mengapresiasi sambutan hangat dari anggota parlemen Bulgaria kepada parlemen Indonesia.
Bulgaria sebagai bagian dari Uni Eropa, diharapkan bisa menjadi salah satu pintu masuk kerja sama kemitraan yang lebih dalam dengan Indonesia.
"Kami berharap akan tercipta persahabatan, kesaling percayaan dan saling menguatkan antara Indonesia dan Bulgaria yang dalam jangka panjang akan memberikan citra positif kedua belah pihak dengan seluruh mitra-mitra di kawasan," ujar Djarod.
Baca juga : Pj Gubernur Jateng Raih Anugrah Inovasi Pembangunan Terpuji
Stanislav Bogdanski mengapresiasi perkembangan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama 68 tahun.
Tidak hanya hubungan antar-Pemerintah saja, namun juga dengan pihak swasta dan people-to-people contacts. Bogdanski juga mendorong penguatan kerja sama antar-Parlemen kedua negara.
“Ideologi Pancasila yg dimiliki Indonesia patut dijadikan contoh, ideologi yang sangat dan mampu mengakomodir kepentingan dan keberagaman masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.