BREAKING NEWS
 

Sentil Barat Yang Nggak Dukung Palestina

Menlu Retno Beberkan Kekejaman Israel Di Gaza

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 4 Juni 2024 06:20 WIB
Menlu Retno Marsudi dalam kuliah umum di UG M, 3 Juni 2024. Foto Kemlu RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyindir negara-negara barat yang masih ogah mendukung Palestina sebagai negara merdeka. Ini dia sampaikan saat memberikan kuliah umum terkait Diplomasi Indonesia untuk Palestina di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (3/6/2024).

Kuliah umum yang disampai kan Retno dimulai dengan menampilkan gambar-gambar situasi memilukan di Jalur Gaza saat ini, terutama di Rafah, Gaza Selatan. Ada mayat berjejer, anak-anak kelaparan, ibu yang kehilangan anak-anaknya akibat perang, dan orang-orang yang berjalan di antara puing-puing bangunan .

Kemudian Retno menceritakan perjuangan Indonesia dan dunia internasional untuk membantu Palestina, yang masih sangat panjang. Begitu juga dengan perjuangan bangsa Palestina.

Baca juga : SYL Menimbun Uang Di Kamar Rumah Dinas

All Eyes on Rafah itu sebenarnya adalah judul yang saya pilih, diplomasi Indonesia untuk Palestina, Al Eyes on Rafah. Dan yang saya tayangkan tadi adalah sekilas gambaran Gaza saat ini. Kekejaman demi kekejaman terus dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina,” ujarnya.

Menlu perempuan pertama Indonesia tersebut menegaskan, posisi Indonesia konsisten dan kokoh berprinsip mendukung perjuangan bangsa Palestina. Termasuk, mendorong gencatan senjata segera dan berkelanjutan.

Retno mengatakan, tidak ada satu pun kalimat yang dapat menjelaskan bahwa situasi bangsa Palestina semakin memburuk sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 2 juta orang terusir dan sebagian besar mereka terusir beberapa kali. Di awal mereka tergusur dari utara Gaza ke selatan. Namun sekarang, Gaza selatan dibombardir Israel yang membuat sebagian warga Gaza kembali ke utara.

Baca juga : Masayu Anastasia, Nyesel Cerai Karena Anak

Rafah menjadi target serangan Israel dengan alasan memburu tokoh-tokoh Hamas. Namun gempuran membabi buta tentara Israel (IDF), bahkan membunuh 196 personel PBB dan lebih dari 36.000 orang warga sipil. Termasuk, lebih dari 15.200 anak-anak yang terbunuh. Di Gaza, bahkan ditemukan 10 kuburan massal. Lebih dari 82.000 orang di Gaza luka-luka.

“Kita bicara mengenai masalah pelayanan rumah sakit, situasinya sangat memprihatinkan. Hanya beberapa rumah sakit yang masih memberikan pelayanan kesehatan. Itu pun sangat minimal. Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah tidak berfungsi maksimal sejak November tahun lalu," kata Retno.

Adsense

Organisasi PBB yang mengurus pengungsi Palestina, UNRWA, secara sistematis terus diperlemah. Retno mengatakan, ada rekayasa tuduhan keterlibatan beberapa staf UNRWA dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun setelah diinvestigasi , tuduhan tersebut tidak terbukti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense