BREAKING NEWS
 

PM Jepang Kishida Mundur, Shigeru Ishiban Calonkan Diri

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 15 Agustus 2024 09:48 WIB
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto Yomiuri Shimbun)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida memutuskan tidak melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua karena popularitasnya yang jeblok. Kishida bakal mundur sebagai ketua partai penguasa negara tersebut, Partai Demokrat Liberal (LDP), pada September nanti. Pasalnya partai yang terbentuk sejak 1955 itu akan mengadakan pemilihan ketua pada September mendatang, yang otomatis akan menjadi PM Jepang.

Keputusan Kishida ini mengakhiri masa jabatan tiga tahun yang diwarnai sejumlah isu. Mulai dari skandal politik hingga kenaikan harga. Hal itu dikonfirmasi Kishida dalam konferensi pers, Rabu (14/8/2024).

"Saya akan terus melakukan apapun yang saya bisa sebagai perdana menteri hingga masa jabatan saya berakhir pada September," ujar Kishida.

Berdasarkan hasil survei NHK pada Juli, popularitas pemerintahan Kishida hanya berada di angka 20 persen. Hal ini dikarenakan kenaikan harga dan melemahnya mata uang yen.

Setelah keputusan Kishida, mantan Menteri Pertahanan Jepang Shigeru Ishiba menegaskan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua LDP.  

Baca juga : Cut Intan Nabila, Digebukin Dan Dicakar Suami

"Jika ada yang bersedia bekerja sama dengan saya atau merekomendasikan saya. Jika ada 20 orang seperti ini, tentu saja, saya akan sangat bersedia untuk mencalonkan diri dalam pemilihan," tuturnya.

Sebagai informasi, sebagai kandindat ketua partai, seorang politikus itu kudu punya basis kuat di partai, dan dapat mengumpulkan 20 dukungan senior politisi LDP yang jadi anggota parlemen (Majelis Rendah).

Ishiba, yang merupakan kandidat yang difavoritkan di kalangan masyarakat untuk menjadi PM, membuat pernyataan tersebut pada sebuah konferensi pers yang diadakan di Kementerian Luar Negeri Taiwan pada hari terakhir dari tiga hari kunjungannya ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Adsense

Selain ishiba (67) nama lain yang muncul adalah Toshimitsu Moteg (67). Sekretaris Jenderal LDP itu memiliki latar belakang yang kuat dalam politik Jepang, dengan berbagai posisi kabinet yang pernah diembannya, termasuk Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, dan Menteri Ekonomi.

Termuda, Shinjiro Koizumi (43). Mantan Menteri Lingkungan Hidup ini punya gen yang kuat sebagai PM Jepang sebagai putra dari mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi.

Baca juga : PM Jepang Fumio Kishida Segera Lepas Jabatan Bos Partai, Tak Ikut Pemilu LDP

Meskipun ia tertinggal di belakang Ishiba dalam jajak pendapat, Koizumi telah membangun citra sebagai reformis. Lulusan Columbia University, Koizumi diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada usia 38 tahun, menjadikannya salah satu legislator termuda dalam kabinet Jepang pasca-Perang Dunia II.

Disebut-sebut juga nama Sanae Takaichi (63). Menteri Ekonomi dan Keamanan ini dikenal karena perannya dalam meloloskan undang-undang untuk menciptakan sistem pembersihan untuk keamanan ekonomi. Takaichi mencalonkan diri melawan Kishida dalam pemilihan kepemimpinan partai sebelumnya, pada 2021. Takaichi dikenal dengan sikap konservatifnya, termasuk kunjungannya ke Kuil Yasukuni, yang sering dianggap sebagai simbol militarisme Jepang oleh beberapa negara Asia.

Taro Kono (61), Menteri Digital dan Sosial Media Jepang,  juga merupakan kandidat potensial yang pernah bersaing dengan Kishida dalam pemilihan kepemimpinan terakhir. Dengan pendidikan di Georgetown University dan kemampuan bahasa Inggris yang fasih, Kono dikenal sebagai sosok yang mahir dalam media sosial. Pengalamannya mencakup posisi sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan, serta pengawasan peluncuran program vaksin Covid-19 di bawah pemerintahan pendahulunya, Yoshihide Suga.

Yoko Kamikawa (71), saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri juga telah menarik perhatian sebagai calon PM. Setelah lulus dari Harvard Kennedy School, Kamikawa bekerja untuk Senator AS Max Baucus.

Selama masa jabatannya sebagai Menteri Kehakiman pada 2018, dia menandatangani surat perintah eksekusi untuk 13 terpidana mati yang merupakan anggota sekte kiamat Aum Shinrikyo.

Baca juga : Pelajar Jepang Belajar Industri Kertas Berkelanjutan Ke APP Group Di Riau

Calon lain, Takayuki Kobayashi (49). Lulusan Harvard Kennedy School ini pertama kali terpilih sebagai anggota Majelis Rendah pada 2012. Ia  pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan di era PM Shinzo Abe.

Pengganti Kishida kemungkinan akan menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya hidup, ketegangan geopolitik yang semakin meningkat dan potensi gejolak politik Amerika Serikat. Sebagai pemimpin kedelapan Jepang terlama setelah perang, Kishida memimpin negara ini keluar dari pandemi Covid-19 dengan menggelontorkan stimulus besar-besaran. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense