BREAKING NEWS
 

Malaysia Laporkan Kasus Mpox Pertama Di 2024, Pasien Tak Punya Riwayat Ke LN

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 17 September 2024 16:55 WIB
Ilustrasi hasil tes positif mpox (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Malaysia melaporkan kasus cacar monyet (monkey pox/mpox) pertamanya pada tahun ini, Selasa (17/9/2024).

Kasus yang terdeteksi pada Senin (16/9/2024), melibatkan seorang pria warga Malaysia yang tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dalam 21 hari terakhir, sebelum timbulnya gejala.

Dia dinyatakan positif mpox varian clade II, yang tidak terlalu parah. “Pasien mengalami gejala demam, sakit tenggorokan, dan batuk pada tanggal 11 September. Hari berikutnya, keluar ruam,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Malaysia, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (17/9/2024).

"Semua kontak pasien ini sedang diidentifikasi. Status kesehatan mereka akan dipantau sesuai SOP yang ketat,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca juga : Imigrasi Hadirkan Layanan E-Paspor Pertama Di Sydney

Sejak Juli 2023, Malaysia telah mendeteksi total 10 kasus mpox. Seluruhnya, merupakan varian clade II.

Sembilan dari kasus tersebut dicatat pada tahun 2023.  Bentuk baru virus mpox memicu kekhawatiran global, karena lebih mudah menyebar melalui kontak dekat yang rutin.

Varian baru ini memunculkan gejala seperti flu dan lesi berisi nanah.

Adsense

Bulan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan global. Ini adalah bentuk peringatan tertinggi, untuk kedua kalinya dalam dua tahun, menyusul wabah di Republik Demokratik Kongo yang kemudian menyebar ke negara-negara tetangga.

Baca juga : India Laporkan Kasus Mpox, Pasien Baru Saja Pulang Dari Negara Wabah

Meski tergolong ringan, penyakit ini dapat merenggut nyawa anak-anak, ibu hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti penderita HIV. Kelompok ini berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Mpox telah dikenal selama beberapa dekade. Namun, varian baru clade 1b yang lebih mematikan dan lebih mudah menular, dilaporkan memicu lonjakan kasus baru-baru ini.

Berdasarkan data WHO, clade 1b menyebabkan kematian pada sekitar 3,6 persen kasus. Dalam hal ini, anak-anak lebih berisiko.

Awal September 2024, Singapura menawarkan vaksin mpox kepada petugas kesehatan yang berisiko tinggi terpapar penyakit tersebut, serta kontak dekat dengan kasus terkonfirmasi.

Baca juga : Usai Laos, Prabowo Ke Kamboja Temui Perdana Menteri Dan Presiden Senat

Vaksin JYNNEOS - yang telah digunakan di Singapura untuk perlindungan terhadap mpox dan cacar - akan ditawarkan gratis kepada kedua kelompok tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Singapura telah menerapkan pemeriksaan suhu dan visual untuk pelancong dan awak tertentu, yang datang di bandara Changi dan Seletar.

Screening serupa juga diterapkan di pos pemeriksaan laut bagi awak kapal dan penumpang, yang tiba dengan kapal dari daerah yang terdampak mpox.

Sepanjang tahun ini, Singapura mencatat 15 kasus mpox, yang seluruhnya merupakan clade II.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense