RM.id Rakyat Merdeka - Beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) sudah menggelar pemilihan awal. Pesta demokrasi ini berjalan lebih lancar, tanpa drama dibandingkan Pemilu 2020. Pemilih pendukung Donald Trump dan Kamala Harris, sama-sama antusias nyoblos alias memberikan hak suaranya.
Pemilihan awal berlangsung Negara Bagian Minnesota, South Dakota, dan Virginia, Jumat (20/9/2024). Selanjutnya, puluhan negara bagian lainnya akan menyusul pertengahan Oktober nanti. Pemungutan suara dini ini akan dibuka hingga 2 November 2024.
Pemungutan suara awal dapat dilakukan secara langsung (in-person) maupun lewat surat pos. Kedua cara tersebut, kerap dituding sebagai kesempatan pemalsuan jumlah suara.
Baca juga : KPK Kembangkan Kasus Pengadaan Lahan Rorotan
Terlepas dari penilaian negatif itu, sejumlah praktisi Hak Asasi Manusia mengatakan, pemungutan suara awal ini memastikan lebih banyak orang dapat memberikan suara. Terlepas apakah pemilih disabilitas, keterbatasan waktu, pekerjaan, perjalanan atau faktor-faktor lain yang dapat menghambat mereka ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan 5 November nanti.
Pemungutan suara awal juga menawarkan kesempatan untuk membangun antusiasme. Terutama ketika penyanyi Taylor Swift, yang baru-baru ini mendukung kandidat Partai Demokrat Kamala Harris. Swift mengumumkan bahwa dia akan tampil di Florida sebelum pemungutan suara awal dimulai, Oktober nanti.
Para anggota Partai Demokrat setempat dengan cepat memanfaatkan momen tersebut.
Baca juga : Dilamar Dokter Blasteran Di AS
“Taylor akan membawa Eras Tour ke Miami pada akhir pekan menjelang pemungutan suara awal, dan saya berharap untuk melihat energi itu dimainkan di Florida!!!” bunyi pengumuman kelompok Partai Demokrat di Miami.
Dilansir AP, Minggu (22/9/2024), pemilih di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Jason Miller (37) tiba sebelum TPS dibuka pada pukul 8 pagi. Dia adalah satu dari 75 pemilih lainnya yang ikut memilih lebih awal.
“Kenapa tidak menjadi yang pertama memilih? Ini seru,” ujar Miller. Dia mengaku memilih capres yang lebih waras. Namun dia enggan menyebut siapa nama pilihannya.
Baca juga : Prabowo Di-back Up Presiden Ke-6 Dan 7
“Rasanya tidak perlu saya beri tahu. Jawabannya sangat jelas,” tutupnya.
Di seluruh negeri, Direktur Komisi Pemilihan Daerah meningkatkan keamanan untuk menjaga keamanan petugas TPS. Sejak Pilpres AS 2020, TPS menjadi sasaran vandalisme dan petugasnya jadi target pembunuhan.
Kantor Berita Associated Press (AP), mendapat kabar bahwa otoritas federal sedang menyelidiki asal usul paket mencurigakan yang diterima petugas TPS di lebih dari 15 negara bagian dalam beberapa hari terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.