Sebelumnya
Serangan udara Israel menargetkan daerah dekat perbatasan Lebanon pada 23 September 2024 menewaskan tentara dan warga sipil Lebanon hingga 500 orang. Sebagai balasan, Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah utara Israel.
Serangan demi serangan dari dua arah menambah ketidakstabilan di kawasan yang sudah rentan. Pejabat Lebanon menyerukan perhentian serangan untuk mencegah lebih banyak korban jiwa.
Dilansir BBC, Menteri Kesehatan Lebanon Dr. Firass Abiad menyebut serangan Israel sebagai pembantaian. Ia mengungkapkan, lebih dari 550 orang yang tewas dalam serangan hari Senin adalah warga sipil. Termasuk 50 anak-anak dan 94 perempuan. Lebih dari 50 rumah sakit saat ini merawat 1.835 orang lainnya yang terluka.
Baca juga : KPK Panggil 17 Saksi, 3 Saksi Yang Datang
“Jika Anda melihat orang-orang yang dibawa ke ruang gawat darurat, jelas bahwa mereka adalah warga sipil. Mereka bukanlah pejuang seperti yang diklaim Israel,” katanya.
Israel berdalih, mereka menyerang ratusan lokasi milisi Hizbullah. Israel menuduh kelompok itu menyembunyikan senjata di daerah permukiman.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengklaim, pihaknya telah mengumumkan serangan agar warga sipil mengungsi dari rumah-rumah mereka di Lebanon Selatan sebelum menyerang.
Baca juga : Kimberly Ryder, Korban KDRT Edward
Hizbullah menanggapi serangan tersebut dengan menembakkan lebih dari 300 roket ke Israel utara. Menurut tentara Israel, roket Hizbullah melukai enam orang, dan tidak ada orang Israel yang tewas.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan kekhawatirannya atas jumlah korban dalam serangan pada Senin itu. Juru Bicara Ravina Shamdasani dari PBB mengatakan, serangan itu dapat melanggar hukum humaniter internasional.
“Memberitahu warga sipil untuk melarikan diri tidak berarti bahwa serangan terhadap daerah tersebut dapat dibenarkan,” pungkas Shamdasani. LDU
Baca juga : Kaesang Pake Rompi Hitam Bertuliskan ”Putra Mulyono”
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 26 September 2024 dengan judul "Kutuk Serangan Israel Ke Lebanon Menlu Retno: Kekerasan Jangan Jadi New Normal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.