RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Kanada menggelar putaran ke-9 perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) atau Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada pada 23-27 September 2024 di Toronto, Kanada.
Kedua negara berharap perundingan ICA-CEPA rampung tahun ini. Delegasi Tim Perunding Indonesia dipimpin Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono selaku Ketua Negosiasi (Chief Negotitator). Sedangkan pihak Kanada dipimpin Ketua Negosiasi Aaron Fowler yang menjabat Asisten Deputi untuk Kebijakan dan Negosiasi Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kanada.
Duta Besar Indonesia untuk Kanada Daniel Tumpal Simanjuntak di sela perundingan ke-9 ICA-CEPA mengatakan, hubungan ekonomi Indonesia- Kanada semakin erat di semua lini. Tidak hanya penguatan hubungan perdagangan, tetapi juga dalam hal investasi.
“Dalam banyak hal, Kanada memiliki perspektif yang mirip dengan Indonesia terkait pembangunan ekonomi berkesinambungan. Terutama dalam isu transisi energi yang ramah lingkungan. Indonesia dan Kanada memiliki perhatian yang sama terkait pentingnya mengelola mineral kritis,” kata Dubes Daniel.
Pengelolaan mineral kritis merupakan salah satu isu strategis yang dibahas bersama Kanada, antara lain melalui wahana Critical Mineral Dialogue (CMD).
Baca juga : Pemerintah Kumpulkan Aspirasi Dalam Perbaikan UU KIP
Menurut Daniel, mineral kritis memiliki peranan kunci dalam mendukung teknologi baru dan investasi, khususnya dalam konteks transisi energi.
“Pembahasan atas isu ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama yang dapat menjadi dasar dialog ke depan sehingga menghasilkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi kedua negara,” katanya.
Pada penutupan perundingan, Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng menyampaikan dukungan atas penyelesaian ICA-CEPA tahun ini.
“Sebagai bentuk komitmen finalisasi ICA-CEPA, Kanada akan mengirim tim delegasi penuh ke Indonesia pada final round di perundingan November 2024,” janji Menteri Mary Ng.
Pemerintah Indonesia dan Kanada memiliki komitmen untuk menyelesaikan negosiasi ICA-CEPA dalam waktu dekat. Kanada melihat negosiasi perdagangan bebas dengan Indonesia merupakan prioritas strategis di kawasan Indo Pasifik dan saat ini dinilai sebagai contoh baik (success story) dalam menjalin hubungan dengan negara-negara berkembang.
Perundingan ICA-CEPA secara resmi diluncurkan pada 21 Juni 2021. Langkah ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dunia dan membuka akses pasar ke Amerika Utara.
Putaran perundingan pertama ICA-CEPA dimulai pada Maret 2022 dan saat ini telah memasuki perundingan ke-9. Putaran perundingan berikutnya direncanakan berlangsung di Indonesia pada November 2024.
ICA-CEPA nantinya menjadi payung hukum untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan bilateral.
ICA-CEPA akan menjadi landasan untuk saling mempermudah akses pasar bagi produk barang dan jasa dari kedua negara melalui pengurangan hambatan tarif dan non-tarif.
Sebagai sebuah kesepakatan komprehensif, ICA-CEPA tidak hanya akan mengatur dan mempermudah akses pasar. Namun, juga lalu lintas tenaga kerja, e-commerce, hak kekayaan intelektual, pengadaan publik, dan pengaturan bilateral terkait mineral kritis.
Berdasar data dari Bank Indonesia, Kanada memiliki realisasi investasi di Indonesia mencapai 357,8 juta dolar AS pada 2023. Sebesar 80 persen adalah investasi di bidang pertambangan dengan realisasi hingga pertengahan 2024 sebesar 138,9 juta dolar AS.
Tahun lalu, total realisasi investasi Kanada di sektor pertambangan di Indonesia mencapai 277,6 juta dolar AS. Salah satu perusahaan tambang Kanada yang beroperasi di Indonesia adalah Vale Canada. Perusahaan Negeri Mapple itu memiliki investasi di pertambangan nikel di Indonesia mencapai 9 miliar dolar AS (sekitar Rp 143 triliun).
Nikel merupakan salah satu mineral kritis yang memainkan peran penting dalam rantai pasok pembuatan baterai kendaraan listrik.
Investasi Vale Canada di Indonesia juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian standar Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri hilirisasi nikel di Indonesia, sehingga meningkatkan kualitas dan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.