RM.id Rakyat Merdeka - Sebulan lagi Pemilu Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) bakal digelar. Badan Siber AS menjamin keamanan hasil pemilu dan tidak ada intervensi asing.
Jaminan itu disampaikan Direktur Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) Jen Easterly untuk meredam kekhawatiran para pemilih bahwa suara mereka bisa disalahgunakan.
“Para pejabat terkait pemilu negara bagian dan lokal telah membuat banyak kemajuan mengamankan pemungutan suara, penghitungan suara dan infrastruktur pemilu lainnya. Jadi, sistem ini lebih kuat dari sebelumnya,” kata Easterly dilansir Associated Press (AP).
Menurutnya, kecil kemungkinan Rusia, Iran atau musuh asing lain dapat mengubah hasilnya.
Baca juga : Naik Ranjang Kuras Emosi
“Bahkan jika mereka mencoba, tidak dapat memberikan dampak signifikan pada hasil pemilu,” imbuh Easterly.
Berkaca dari pemilu lima tahun lalu, Easterly ingin menghapus keraguan pemilih AS, khususnya pendukung Partai Republik, yang mencurigai hasil Pilpres AS tahun 2020. Alhasil, pendukung Calon Presiden (Capres) Partai Republik Donald Trump melakukan aksi anarkis di Capitol Hill pada 6 Januari 2021.
Sejak saat itu, Trump terus mendengungkan tuduhan bahwa telah terjadi kecurangan pemilu dan isu ini bisa kembali dia lontarkan seandainya kalah lagi dalam Pilpres November mendatang.
Easterly menyinggung berbagai masalah terkait pemilu. Termasuk disinformasi, perannya dalam berinteraksi dengan perusahaan media sosial, serta ancaman berkelanjutan terhadap petugas pemilu ketika surat suara telah dikirimkan kepada pemilih dan beberapa negara bagian telah memulai proses pemungutan suara awal.
Baca juga : Prabowo-Gibran Dilantik di Senayan
Perempuan yang pernah bertugas selama 20 tahun di kemiliteran ini menjelaskan, institusinya telah berkomunikasi dengan pejabat pemilu di seluruh wilayah yang terkena dampak Badai Helene di sisi tenggara AS.
Menurutnya, para petugas menunjukkan ketahanan luar biasa dalam memastikan pemilih tetap bisa memberikan suara mereka, terlepas dari kerusakan akibat badai yang terjadi.
Dia juga mengapresiasi betapa termotivasinya para perugas pemilu untuk melindungi suara warga AS.
Selama beberapa tahun terakhir, para pejabat pemilu telah berupaya meningkatkan pertahanan keamanan siber di seluruh sistem pemungutan suara nasional.
Baca juga : Anggota DPR Terkaya & Termiskin: Rusdi Kirana 2,6 Triliun, Trinovi Khairani 358 Juta
Misalnya, dengan menerapkan prosedur mulai dari pengendalian akses hingga pengujian rutin untuk mengidentifikasi potensi kerentanan. Mereka juga menguji peralatan pemungutan suara sebelum pemilihan. Ini dilakukan untuk memastikan mesin-mesin berfungsi dengan baik.
“Jika ada kesalahan atau mungkin akan terjadi badai lainnya, atau ada serangan ransomware, gangguan-gangguan ini tidak akan mempengaruhi kemampuan untuk mencatat suara pemilih atau menghitung suara pemilih,” jelasnya.
Sekadar informasi, pejabat AS telah menghabiskan waktu selama beberapa bulan terakhir untuk memberi peringatan dengan menjatuhkan pidana, sanksi dan imbauan terbuka pada musuh-musuh asing yang ingin mempengaruhi Pilpres AS. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 5 Oktober 2024 dengan judul "Sebulan Menuju Pilpres Badan Siber AS Jamin Keamanan Hasil"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.