Dark/Light Mode

Kalau Jadi Ketemu Presiden Terpilih, Mega Akan Sodori Nasi Goreng

Jumat, 4 Oktober 2024 08:19 WIB
Dari kiri; Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Dari kiri; Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana pertemuan antara Presiden terpilih, Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri masih terus dimatangkan. Kapan waktunya, di mana lokasi pertemuan, hingga menu makanan yang disajikan, masih terus dibicarakan. Kalau pertemuan itu benar terwujud, Mega akan sajikan nasi goreng buatannya untuk Prabowo. 

Hal ini diungkapkan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat disinggung soal persiapan pertemuan antara Mega dengan Prabowo. "Masih dipikirkan, tapi waktu itu, Ibu Mega yang memasak dan Pak Prabowo sangat menyukai. Jadi, mungkin juga menu nasi goreng akan ada lagi," kata Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Mega menyuguhkan nasi goreng untuk Prabowo memang pernah terjadi saat Mega bertemu Prabowo di kediamannya, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, (24/7/2019).

Apakah itu akan terulang lagi? Puan yang juga Ketua DPR itu, memprediksi bisa saja terulang lagi. Kata Puan, pertemuan Mega dan Prabowo tinggal menunggu momentum yang tepat. Terlebih, keduanya memang sama-sama ingin bertemu.

Soal tempat, kata Puan, bisa dimana saja. Bisa di Kediaman Mega Jl Teuku Umar, Jakarta, atau di kediaman Prabowo, baik di Kartanegara, Jakarta, atau Hambalang, Bogor. "Tidak ada masalah akan bertemu di mana saja," cetus Puan.

Baca juga : RK Vs Pram Masih Selisih Dua Digit

Puan juga tak membantah pertemuan akan dilakukan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu 20 Oktober 2024. "Insya Allah," kata Puan, singkat.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah mengatakan, momen pertemuan Mega dengan Prabowo semakin dekat. "Kalau pelantikan 20 Oktober, maka jauh sebelum tanggal 20, pertemuan itu akan terjadi," ujar Said.

Ia juga menyebut, pertemuan kedua negarawan ini, akan berlangsung di tempat terbaik. Misalnya, tempat yang sakral, atau tempat yang memiliki memori luar biasa, agar suasananya santai, dan penuh kenangan.

Said memprediksi, nantinya mereka akan bertukar pikiran dan pengalaman dalam pemerintahan. Ia membantah pertemuan nantinya akan membahas bergabungnya PDIP ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Kalau soal koalisi  itu pasti tidak akan dibahas. Karena pertemuan itu bukan pertemuan transaksional, gabung tidak gabung, tapi pertemuan saudara sebangsa," cetus Said.

Baca juga : RK Siap, Pramono Juga Siap

Sebelumnya, Prabowo sudah merespons ihwal rencana pertemuannya dengan Mega. Menteri Pertahanan itu menyebut, pertemuan diusahakan segera dilakukan. "Insya Allah," katanya, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Prabowo menyampaikan, pertemuan itu diharapkan terjadi sebelum pelantikan. Namun, Prabowo tidak menjelaskan lebih rinci kapan pertemuan itu akan digelar.

"Mudah-mudahan sebelum pelantikan," katanya.

Presiden Jokowi juga sudah bersuara soal rencana pertemuan Prabowo dan Mega. Jokowi optimis, komunikasi antar-tokoh nasional berdampak positif untuk kemajuan negara dan bangsa ke depannya. 

"Saya kira, baik pertemuan itu, sehingga komunikasi antar-tokoh-tokoh bangsa bisa sambung untuk kemajuan negara, untuk kemajuan bangsa," kata Jokowi di NTT, Rabu (2/9/2024).

Baca juga : Disayang Baim Wong

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, pertemuan itu bisa terwujud. Keyakinan itu setelah ia menganalisa pernyataan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, bahkan pernyataan Prabowo sendiri.

Soal pembahasan, kemungkinan ada dua. Pertama, silaturahmi kebangsaan antar dua tokoh bangsa. "Sepakat tidak sepakat, maksudnya ya ketemu, tapi PDIP atau orang-orang PDIP tidak masuk pemerintahan," ulas Qodari.

Kedua, kemungkinan soal PDIP masuk dalam pemerintahan. Terlebih, belakangan ini muncul nama-nama yang terafiliasi dengan PDIP masuk kabinet. Seperti Budi Gunawan, Abdullah Azwar Anas, dan Olly Dondokambey.

Meski begitu, Qodari belum bisa menyimpulkan apa yang akan terjadi. Mengingat, politik di tingkat elite benar-benar sangat dinamis.

"Soal pertemuan, di atas 50 persen akan terjadi kalau lihat perkembangan terakhir. Kemudian soal masuk kabinet atau tidak, kemungkinannya sama besar. Kita lihat nanti apa yang terjadi," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.