BREAKING NEWS
 

PM Israel Benjamin Netanyahu: Proksi Iran, Hizbullah Berusaha Membunuh Saya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 20 Oktober 2024 09:49 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (tengah) (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hizbullah yang didukung Iran mencoba membunuhnya, setelah serangan drone menghantam kediamannya di pusat Kota Caesaria, Sabtu (19/10/2024). Saat kejadian, Netanyahu dan istri sedang tidak berada di rumah. Tak ada korban jiwa atau korban luka dalam peristiwa tersebut. 

“Upaya proksi Iran, Hizbullah untuk membunuh saya dan istri saya adalah kesalahan besar. Siapa pun yang mencoba menyakiti warga Israel akan menanggung akibatnya,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Minggu (20/10/2024).

Situasi ini terjadi di tengah psikologis Timur Tengah yang khawatir Israel bakal melancarkan aksi balasan secara mematikan, cepat, dan mengejutkan ke Iran atas serangan rudal pada 1 Oktober 2024.  

Saat itu, Iran menembakkan 200 rudal ke musuh bebuyutannya sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

Baca juga : Lawan Israel, Iran Pastikan Dukung Kelompok Proksi Hamas Dan Hizbullah

Sabtu (19/10/2024), Badan Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan, operasi militer Israel selama dua minggu di bagian utara wilayah tersebut, telah menewaskan lebih dari 400 orang. Israel terus menyerang sasaran-sasaran militan, saat memerangi Hizbullah di Lebanon.

Sekutu Hamas, Hizbullah, berjanji mengintensifkan serangan terhadap Israel. 19 Oktober 2024, Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah utara Israel. Akibat serangan tersebut, satu orang dilaporkan tewas terkena pecahan peluru.

Adsense

Hamas, Hizbullah, dan kelompok-kelompok sekutu yang didukung Iran di wilayah tersebut berjanji untuk terus berperang, setelah pasukan Israel membunuh pemimpin gerakan Palestina Yahya Sinwar di Gaza.

Sinwar yang dituduh mendalangi serangan terhadap Israel, dianggap berperan penting dalam mengakhiri perang Gaza dan menjamin pembebasan sandera Israel.

Baca juga : Eramet: Indonesia Berperan Penting Menjamin Ketersediaan Pasokan Nikel Dunia

Israel, yang bersumpah untuk menghentikan militan Hamas, berkumpul kembali di Gaza utara. Mereka melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran pada tanggal 6 Oktober, memperketat pengepungan di wilayah yang dilanda perang, hingga menyebabkan puluhan ribu orang melarikan diri.

Juru Bicara Badan Pertahanan Sipil Mahmud Bassal mengatakan, pihaknya telah menemukan lebih dari 400 martir dari berbagai daerah, yang menjadi sasaran di Jalur Gaza utara. Termasuk Jabalia dan kamp pengungsinya, sejak operasi Israel dimulai.

"Jumlah korban tewas sebenarnya mungkin lebih tinggi, karena ada puluhan mayat berserakan di jalan-jalan Jabalia," ungjap Bassal.

Saat ini, militer Israel tengah menyelidiki laporan tersebut. Termasuk, kabar serangan udara di Jabalia yang menewaskan 33 orang.

Baca juga : Gaet Lenna, Zahir Luncurkan Produk AI Untuk Bantu Perusahaan Kembangkan Bisnis

“Lebih dari satu tahun berlalu, setiap hari darah kami tertumpah,” kata pengungsi Gaza, Nasser Shaqura di luar sebuah rumah sakit di Deir el-Balah, tempat para korban serangan udara Israel dirawat. “Setiap hari, setiap jam, terjadi pembantaian. Beginilah hidup kami," tuturnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense