BREAKING NEWS
 

Pengamanan Berlapis Pilpres AS

FBI Bikin Posko, Di TPS Ada Panic Button Dan Dijaga Sniper

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 6 November 2024 06:20 WIB
Kamala Harris dan Donald Trump.

 Sebelumnya 
“Ini biasa terjadi, namun tidak mengganggu jalannya pemungutan suara,” imbuhnya.

Sebelumnya, di Pilpres 2020, Georgia merupakan salah satu negara bagian yang diklaim Trump mengalami kecurangan dalam hitung suara. Meski tidak ada bukti, Trump meminta pani­tia Pemilu di Georgia menghi­tung ulang surat suara.

Di Arizona, negara bagian ba­rat daya menjadi titik tumpu kerusuhan malam Pemilu dan teori konspirasi pada Pilpres 2020. Su­paya tidak berulang, para pejabat telah mengubah fasilitas Pemilu dan penghitungan suara utama di negara bagian tersebut.

Di Maricopa County, Arizona misalnya, lokasi TPS di sana sudah menjadi benteng yang sesungguhnya. Bangunan TPS di sana dilengkapi pagar besi tempa, kawat berduri, penjaga bersenjata dan pasukan SWAT (Special Weapons And Tactics). Kalau di Indonesia mirip seperti Brigade Mobil (Brimob) dan Detasemen Khusus (Densus) 88.

Baca juga : KPK Terbitkan Surat Penangkapan Sahbirin

Upaya-upaya tersebut ditujukan tidak hanya untuk meningkatkan keamanan fisik dan melawan disinformasi. Namun juga untuk meyakinkan para pemilih bahwa proses Pemilu kali ini aman.

“Sejak Januari 2021, kantor kami telah meningkatkan akses keamanan indentitas, memasang penghalang permanen dan me­nambahkan langkah keamanan siber tambahan berdasarkan re­komendasi penegak hukum dan pakar lainnya,” jelas juru bicara Recorder’s Office Maricopa County Taylor Kinnerup, Senin (4/11/2024).

Departemen urusan negara bagian Pennsylvania, yang mengawasi Pemilu mengatakan, per­siapannya mencakup pertahanan infrastruktur berlapis dan kemitraan dengan lembaga keamanan dan penegakan hukum.

Penerapan keamanan berlapis ini menyusul kekacauan Pilpres 2020, terutama setelah para pendukung Trump menyerbugedung Capitol AS pada 6 Januari 2021, yang bertujuan untuk menghentikan sertifikasi hasil Pemilu yang mengukuhkan Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat, sebagai pemenang.

Baca juga : Faby Marcelia, Sedih Status Janda Dipandang Remeh

Para pejabat juga memperingatkan ancaman besar dunia maya dan peretasan, dari dalam maupun luar negeri.

Rusia, Iran dan China dituding melakukan operasi penyusupan untuk melemahkan kepercayaan Amerika terhadap legitimasi Pemilu dan untuk memicu perselisihan dari dalam rakyat AS.

“Kami tidak ingin ada isu perpecahan dan ketidakpercayaan dari rakyat. Semua hasutan dari luar negeri harus dihapus,” ujar Direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS Jen Easterly kepada NBC News, Senin (4/11/2024).

Menurutnya, hasutan biasa mengenai kecurangan Pemilu dapat membawa ancaman fisik bagi petugas TPS.

Baca juga : Tak Ada Lagi Impor, Urusan Beras Sudah Beres

Sementara di Washington DC, pihak berwenang telah mem­peringatkan adanya lingkungan keamanan yang berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi dalam beberapa hari dan mungkin be­berapa pekan setelah pemungutan suara ditutup.

Perusahaan-perusahaan di Ibu Kota pun mulai menutup dan melindungi etalase toko mereka untuk mengantisipasi potensi kerusuhan. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 6 November 2024 dengan judul "Pengamanan Berlapis Pilpres AS FBI Bikin Posko, Di TPS Ada Panic Button Dan Dijaga Sniper"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense