RM.id Rakyat Merdeka - Tanda-tanda kemenangan Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump atas rivalnya Capres dari Partai Demokrat Kamala Harris dalam Pilpres, semakin nyata. Pendukung Trump menyambutnya dengan suka cita. Sementara pendukung Harris, menangis.
Lantunan musik pop terdengar di tengah suara riang obrolan para pendukung Trump di kediamannya di Mar a Lago, Negara Bagian Florida, Selasa (5/11/2024) malam waktu setempat. Trump semringah menyambut kehadiran para tamu. Mulai dari selebriti, hingga influencer. Mereka sesekali bersorak saat laporan dari televisi meyatakan Trump menang di sebuah negara bagian.
Chief Execitive Officer (CEO) Tesla Elon Musk terlihat mendampingi Trump sepanjang pesta kemenangan tersebut. Ada juga mantan kandidat Capres Partai Republik Viviek Ramaawamy, Senator Alabama Tommy Tuberville dan pengacara kepercayaan Trump, Alina Habba.
Baca juga : Kejagung Selidiki Sosok R, MA Tanya, R Yang Mana?
Dominasi Trump dalam Pilpres 2024 sudah terlihat pada jam-jam pertama hitung suara dimulai. Para tamu yang merayakan kemenangan Trump berteriak riuh saat berbagai stasiun televisi menyebut nama Trump di North Carolina, salah satu negara bagian kunci kemenangan capres.
Para pendukung Trump di sejumlah negara bagian lain juga melakukan selebrasi. Ada yang berkumpul bersama komunitas dan menyalakan kembang api. Ada juga yang berkeliling kota sambil membawa bendera dan meneriakkan, “Amerika Kembali Hebat.”
Atmosfir penuh euforia ini bertolak belakang dengan kubu Harris. Kerumunan pendukung Harris yang sudah memadati area Howard University, Washington, mulai menyebar. Antusiasme mereka merayakan kemenangan capres wanita pertama AS keturunan kulit hitam ini padam saat melihat laporan hitung suara.
Baca juga : Brisia Jodie, Berseteru Dengan Awkarin
Berbagai stasiun televisi mengabarkan Harris tertinggal dari Trump. Asa Harris duduk sebagai Presiden AS pun padam.
Panitia Kampanye Harris, menurut laporan Reuters, Rabu (6/11/2024), sudah meminta para pendukung di Howard University pulang. Harris juga batal memberikan pidato, yang rencananya bakal dilakukan Selasa tengah malam waktu setempat (5/11/2204).
Kesedihan terlihat dari raut wajah para pendukung Harris yang berjalan pulang. Mereka yang menonton di cafe dan restoran pun tidak bisa membendung air mata. Tangis pun pecah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.