RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (81) menyambut baik kedatangan Presiden Terpilih Donald Trump (78) ke Gedung Putih, Washington DC, Rabu (13/11/2024).
Keduanya tampak berjabat tangan di depan api unggun di Ruang Oval, di tengah pembicaraan soal transisi kekuasaan yang dijanjikan Biden berjalan lancar.
Pemandangan ini sangat kontras dengan penolakan Trump, untuk mengakui kekalahan atas Biden di Pemilu 2020.
"Selamat datang kembali," kata Biden, saat memberi selamat kepada Trump yang berusia 78 tahun.
Dia lalu menyampaikan sambutan pembukaan singkat, kepada pria yang telah berulang kali dicapnya sebagai ancaman demokrasi.
Di Pemilu AS 5 November 2024, Biden sempat head to head dengan Trump. Namun, dia menyatakan mundur dari bursa capres pada Juli 2024. Posisinya lalu digantikan oleh Kamala Harris, yang kemudian dikalahkan Trump.
Baca juga : Trump Back To Gedung Putih, Presiden Korsel Latihan Golf Lagi
“Kami menantikan transisi yang lancar. Kami berjanji untuk melakukan segala yang kami bisa, untuk memastikan Anda diakomodasi,” ujar Biden seperti dikutip AFP.
Saat kedua presiden itu berjabat tangan, Biden tampak menunduk. Sedangkan Trump, terlihat mencondongkan tubuh ke depan dan menatap mata Biden.
Trump yang mengerahkan massa dalam penyerangan Gedung Capitol AS pada tahun 2021, menjalankan kampanye pemilihan yang brutal dan memecah belah tahun ini. Namun, dia berusaha untuk bersikap sopan dalam kunjungannya kembali ke Gedung Putih.
"Politik itu keras. Dalam banyak hal, dunia ini tidak begitu menyenangkan. Tapi saat ini, dunia menyenangkan, dan saya sangat menghargainya,” kata Trump.
Trump akan kembali berkuasa di Gedung Putih pada 20 Januari 2025, dengan kekuasaan legislatif yang besar setelah media AS memproyeksikan Partai Republik memenangkan suara mayoritas di DPR AS.
Kemenangan ini memberikan Trump kebebasan untuk mengejar janji deportasi massal migran dan pembalasan terhadap lawan politik.
Balas Dengan Kebaikan
Baca juga : Kementerian P2MI Bidik Sektor Hospitality Dan Kontruksi
Meski Demokrat limbung akibat kalah pemilu, Biden bertekad menunjukkan bahwa dia melakukan hal yang benar.
Langkahnya mengundang Trump ke Ruang Oval, memulihkan tradisi yang dirusak politisi Partai Republik itu, saat kalah di Pemilu 2020. Ketika itu, Trump menolak duduk bersama Biden, dan tak menghadiri pelantikannya.
Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, pembicaraan Biden dan Trump berlangsung hampir dua jam, dalam suasana yang sangat ramah.
"Trump datang dengan serangkaian pertanyaan terperinci," katanya,
Kedua presiden juga disebut membahas soal Ukraina dan Timur Tengah, dua konflik berat yang harus dihadapi pemerintahan Trump yang menganut paham isolasi.
Trump bersikap skeptis tentang bantuan AS untuk Ukraina. "Namun, Biden menekankan pentingnya berdiri bersama Kiev melawan invasi Rusia," kata Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.
Melania Nggak Ikut
Baca juga : Besok, Prabowo Dan Biden Ketemuan Di Gedung Putih, Ini Yang Bakal Diobrolin
Ibu negara yang baru menjabat, Melania Trump, tidak hadir dalam acara tersebut. Melania merupakan sosok yang tidak terlalu menonjol dalam kampanye. Dia banyak menghabiskan sebagian besar masa jabatan pertama Trump di luar Gedung Putih.
Sementara Ibu Negara yang akan lengser, Jill Biden, bergabung dengan Biden untuk menyambut Trump. "Dia menyampaikan ucapan selamat kepada Trump, dan memberikan selamat lewat surat tulisan tangan untuk Nyonya Trump," kata Gedung Putih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.