Dark/Light Mode

Jumlah Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Capai 11.445 Orang

Minggu, 10 November 2024 20:25 WIB
Petugas mendirikan tenda pengungsian untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Foto: Dok. BNPB)
Petugas mendirikan tenda pengungsian untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meningkat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Sabtu (9/11/2024) Pukul 20.00 WITA, jumlah pengungsi mencapai 11.445 orang. Sehari sebelumnya, jumlah pengungsi sebanyak 8.431 orang.

Berdasarkan keterangan resmi BNPB, peningkatan pengungsi ini diakibatkan tingginya aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan ini berdampak pada perluasan zona rekomendasi sektoral menjadi 9 kilometer barat daya-barat laut sejak Sabtu (9/11/2024). 

Baca juga : BAZNAS Dirikan Dapur Air Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Para pengungsi berada di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Untuk Kabupaten Flores Timur, tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Titehena 5.838 jiwa, Kecamatan Wulanggitang 1.263 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 296 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri 20 orang, Kecamatan Ilebuira 127 jiwa, Kecamatan Lewolema 23 jiwa. Juga ada di Pulau Adonara 12 jiwa. Sementara, pengungsi di Kabupaten Sikka sebanyak 3.564 jiwa mengungsi. 

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Lukmansyah ditugaskan mengkoordinasikan penanganan secara langsung di Kabupaten Flores Timur. Sabtu (9/11/2024), dia telah mulai menyusuri dan meninjau beberapa pengungsi yang melakukan mengungsi mandiri di perkebunan. Minggu (10/11/2024), dia kembali menyambangi para warga di pos pengungsian. 

Baca juga : Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Pemerintah Siapkan Relokasi Warga Terdampak

Ia mengimbau semua warga agar mau mengungai ke lokasi pengungsuan terpusat. Hal ini penting sebagai salah satu cara agar kelayakan dan kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi. 

Pemerintah merencanakan akan memindahkan dua pos pengungsian yang berada di Desa Hikong dan Desa Kringa. Sebab, dua pos ini sempat terdampak hujan abu, meski jarak dari puncak gunung sudah melebihi radius aman yang dikeluarkan PVMBG. 

Baca juga : Wamensos Tinjau Pengungsian Korban Erupsi Gunung Lewotobi Di NTT

Terkait pelayanan bagi masyarakat yang mengungsi, sejumlah pihak turut didorong meningkatkan fasilitas di antaranya terkait kelistrikan dan juga Kesehatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.