BREAKING NEWS
 

Berkaca Dari Perkembangan Teknologi China

Blockchain Berpeluang Diterapkan Di Indonesia

Reporter & Editor :
WAHYU SURYANI
Jumat, 13 Desember 2019 14:30 WIB
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun (berdiri) saat seminar bertajuk “Let’s Talk Blockchain” di Auditorium Telkom, Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Foto: KBRI Beijing

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bekerja sama dengan Valdo Media Communication menyelenggarakan seminar bertajuk “Let’s Talk Blockchain”  di Auditorium Telkom, Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Seminar tersebut berhasil menarik minat lebih dari 300 peserta dari kalangan entrepreneur, asosiasi bisnis, akademisi, pegiat teknologi serta pejabat pemerintah pemangku kebijakan.    

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun memaparkan bagaimana ide untuk menyelenggarakan seminar tersebut lahir dan upayanya membawa teknologi masa depan ke Indonesia yang berkaca dari perkembangan teknologi di China. 

“Sejumlah teknologi seperti cashless payment, Artificial Intelligence, 5G, Big Data, Internet of Things, Cloud Computing, termasuk blockchain mulai banyak diterapkan di China. Indonesia perlu mengejar ketertinggalan di bidang teknologi dengan memanfaatkan keunggulan demografi yang sedang dialami Indonesia, ”kata Djauhari dalam keterangan resminya yang diterima RMCO.id, Jumat (13/12/2019).

Baca juga : Menkop Ingin Kisel Jadi Contoh Koperasi Di Indonesia

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, teknologi blockchain memiliki peluang yang sangat besar dimanfaatkan oleh Indonesia di berbagai bidang. Karakteristik blockchain yang penting bagaimana teknologi tersebut memiliki kemampuan traceability untuk informasi dan data dari berbagai sektor di Indonesia termasuk pertanian, perikanan, manufakturing, keuangan, dll. 

Inklusivitas menjadi kunci bagi penerapan teknologi yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Indonesia dengan demokrasi yang dinamis dan populasi yang muda membentuk lingkungan pendukung bagi ekosistem teknologi digital guna mencapai potensi maksimal implementasi teknologi.

Adsense

Dalam kesempatan tersebut, KBRI Beijing juga mengundang Sam Lee, Founder dan CEO Blockchain Center, yang memiliki pengalaman membangun ekosistem blockchain di berbagai negara seperti Australia, Uni Emirat Arab, Thailand serta negara-negara lainnya. Sebanyak 14 blockchain center telah berdiri di seluruh penjuru dunia.

Baca juga : BMKG Perkuat Teknologi Mitigasi Perubahan Iklim

Lee menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah untuk membangun teknologi blockchain yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing negara.

Turut hadir pada seminar tersebut Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Firmansyah Lubis. Pasalnya, Kemenkominfo saat ini tengah mendorong kemajuan teknologi dengan membangun infrastruktur digital di pelosok Tanah Air.

Seminar kali ini merupakan tonggak pertama bagi percakapan teknologi blockchain di Indonesia yang melibatkan pemerintah. Hal ini sejalan dengan perhatian yang diberikan Presiden Jokowi terhadap perkembangan teknologi serta generasi muda Indonesia yang akan menjadi generasi penggerak perekonomian bangsa di masa depan.

Baca juga : China Tawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

Ke depan, KBRI Beijing berencana mengembangkan kerja sama awal yang menjadi hasil seminar tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat, Indonesia akan memiliki blockchain center seperti negara-negara lain bahkan menyelenggarakan konferensi berskala internasional untuk penerapan teknologi blockchain.[WHY]


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense