BREAKING NEWS
 

Presiden Korsel Di Ujung Tanduk, Mosi Pemakzulan Masuk Pleno Majelis Nasional

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 5 Desember 2024 07:00 WIB
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usulan pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol atas deklarasi darurat militernya yang berumur pendek, telah dilaporkan ke sidang pleno Majelis Nasional, Kamis (4/12/2024).

Pelaporan ini merupakan sebuah prosedur parlementer, yang menjadi landasan untuk pemungutan suara penuh pada pekan ini.

Melansir Yonhap, mosi pemakzulan yang diajukan oleh 190 anggota parlemen partai oposisi dan satu anggota independen itu dilaporkan ke sidang pleno Majelis Nasional, Kamis (4/12/2024) sekitar pukul 00.48 dini hari. Atau kurang dari sehari setelah Yoon mencabut perintah darurat militer, menyusul pengesahan resolusi oleh badan legislatif untuk membatalkan perintah tersebut.

Sesuai hukum di Korsel, suatu mosi harus dilakukan melalui pemungutan suara 24 jam setelah prosedur pelaporan, dan dalam waktu 72 jam sejak pelaporan.

Pemungutan suara atas mosi tersebut dilakukan paling cepat Jumat (5/12/2024) pukul 00.49 dini hari.

Anggota parlemen oposisi menyebut, deklarasi darurat militer Yoon merupakan pelanggaran terhadap konstitusi dan hukum lain tentang prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan.

Baca juga : Buntut Drama Darurat Militer, Presiden Korsel OTW Dimakzulkan 6 Partai Oposisi

Dekrit darurat militer juga dianggap melanggar kebebasan berekspresi, karena menempatkan semua media dan outlet penerbitan di bawah kendali komando darurat militer. Aksi pemogokan dan protes juga dilarang.

Kubu oposisi berencana mengadakan pemungutan suara atas mosi tersebut secepat mungkin.

Mosi tersebut harus disetujui oleh mayoritas dari 300 anggota parlemen, sebelum lanjut ke Majelis. Diperlukan dua pertiga suara untuk pengesahan akhir.

Total anggota parlemen oposisi, termasuk Ketua Majelis Nasional Woo Won-sik dan Perwakilan independen Kim Jong-min, berjumlah 192 orang.

Adsense

Untuk meloloskan usulan tersebut, dukungan dari delapan anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa mutlak diperlukan. Namun, partai berkuasa telah membuat keputusan yang menentang usulan pemakzulan tersebut.

Jika usulan tersebut disetujui, jabatan presiden Yoon akan segera ditangguhkan.

Baca juga : Pesta Gol, AC Milan Masuk 8 Besar Coppa Italia

Deklarasi darurat militer yang mengejutkan pada Selasa (3/12/2024) malam terjadi setelah Partai Demokrat yang beroposisi mengajukan rancangan undang-undang anggaran yang diperkecil ke komite anggaran parlemen, dan mengajukan usulan pemakzulan terhadap auditor negara dan kepala jaksa penuntut.

Menhan Mundur 

Presiden Yoon telah menerima pengunduran diri Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun di tengah meningkatnya kritik atas pernyataan darurat militer yang tidak berumur pendek. Informasi ini disampaikan Kantor Presiden Korsel pada Rabu (4/12/2024), seperti dilansir Yonhap, Kamis (5/12/2024). 

Kim yang mengajukan usulan darurat militer kepada Yoon, telah menyatakan pengunduran diri pada Rabu (4/12/2024). Tak lama setelah Yoon mengumumkan status darurat militer dan mencabutnya beberapa jam kemudian.

Kepala Staf Presiden Korsel, Chung Jin-Suk mengatakan, Yoon telah menominasikan jenderal bintang empat yang saat ini menjabat Duta Besar Korea Selatan untuk Arab Saudi, Choi Byung-hyuk.

Demonstran Cilik

Meski usianya baru 15 tahun, Moon Seo-yeon menguatkan tekadnya untuk bergabung dalam aksi demo pemakzulan Yoon di Seoul, Rabu (4/12/2024). Dia mengatakan, pernyataan darurat militer yang dibuat Yoon adalah sebuah kesalahan. Menurutnya, hal itu dilakukan tanpa pertimbangan.

Moon menilai, keputusan darurat militer adalah yang terbaru dari serangkaian keluhan atas kepemimpinan Yoon sejak tahun 2022.

Baca juga : Kolaborasi Pos Indonesia dan BGN Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional

Moon merasa tidak ada kemajuan yang dicapai selama Yoon menjabat.

“Selama masa jabatan Yoon, ada banyak peristiwa penting yang ditangani dengan buruk atau tidak ditangani sama sekali. Rasanya, tidak ada kemajuan. Lebih buruk lagi, ini adalah langkah mundur,” beber Moon.

Dia juga mengeluhkan buruknya respons Yoon terhadap tragedi Halloween, yang menewaskan lebih dari 150 orang.⁠

“Saya mungkin belum cukup umur atau tidak terlalu berpengetahuan, tetapi karena negara ini dalam keadaan darurat, saya ingin berkontribusi. Meski itu hanya upaya kecil,” tutur Moon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense