BREAKING NEWS
 

Menikmati Pesta Rakyat Kota Oslo Jelang Tutup Tahun

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 20 Desember 2024 06:02 WIB
Duta Besar Indonesia Untuk Norwegia Merangkap Islandia, Teuku Faizasyah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka -
Oleh: Teuku Faizasyah, Duta Besar Indonesia Untuk Norwegia Merangkap Islandia

Menjelang tutup tahun, Kota Oslo telah dihias berbagai ornamen yang sarat dengan suasana perayaan Natal. Sejatinya,sejak awal November, di banyak tempat di kota ini mulai terlihat hiasan lampu yang menerangi hari-hari yang cepat menjadi gelap di musim dingin.

Hari gelap yang panjang, dengan cuaca dingin yang kadang di bawah nol derajat celcius, menjadi lebih meriah. Seperti halnya di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Oslo pun kegiatan pasar rakyat dan pasar malam musiman tampak semarak. Sebagai penduduk tak tetap yang bertugas di Norwegia, tentu kami ingin merasakan semaraknya suasana pasar musi­man tersebut.

Salah satunya, Christmas Market, yang berlokasi di pusat kota, Jalan Karl Johan. Setiap tahun, taman kota tersebut berubah menjadi cantik karena diterangi beragam hiasan lampu serta diramaikan oleh banyak kios, sehingga menjadi pusat hiburan.

Banyak kios menjajakan perlengkapan musim dingin, hasil karya sendiri (home industry). Ada juga kios yang menawar­kan aneka jajanan khas negara Skandinavia, termasuk keju dan daging rusa.

Baca juga : Pasar Rakyat di Oslo di Saat Akhir Tahun

Pengunjung dapat menikmati semaraknya Kota Oslo dari bianglala (Parish Wheels) atau bisa bermain ice skating.

Sementara, Norsk Folkemuseum, museum yang menampilkan sekilas sejarah kehidupan bangsa Norwegia, setiap Desem­ber di dua kali akhir pekan membuka pasar rakyat. Lahan museum merupakan bagian dari tanah milik kerajaan dan terbilang luas. Perlu waktu sekitar tiga hingga lima jam untuk menyusurinya.

Saya beserta istri menyempatkan menikmati suasana pasar rakyat tersebut seraya merasakan antara lain suasana kehidupan di desa Norwegia di Abad ke-17.

Adsense

Norsk Folkemuseum atau The Norwegian Museum of Cultural History ini menerapkan konsep museum terbuka (open air mu­seum). Museum ditata seperti sebuah kota dan desa dengan menampilkan berbagai gedung, seperti gereja, apotek, aula dan alun-alun kota.

Di bagian lain museum digambarkan kehidupan pedesaan dengan rumah-rumah kayu dan ladang serta peternakan. Pengunjung bisa mempelajari perjalanan sejarah masyarakat Norwegia dari masa ke masa.

Baca juga : Menteri Bahlil Tambah Kuota Minyak Tanah Untuk Maluku

Suasana kehidupan masyarakat Norwegia di era tertentu terlihat dari beragam bangunan. Termasuk rumah kayu yang otentik dan berasal dari berbagai wilayah di Norwegia.

Pengunjung bisa ikut merasa­kan kehidupan di satu era, misal­nya di era 1700-an jalanan masih berupa tanah yang dipadatkan dan becek di beberapa tempat. Saat berpindah ke era lainnya, jalanan di sekitar permukiman sudah bebatuan.

Museum ini sepintas ada kesamaannya dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yakni sama-sama ingin mengenal­kan ragam sosio budaya ke masyarakat dengan konsep open air. Perbedaan pun tentunya ada, yaitu sisi yang ditampilkan.

TMII menampilkan ragam bu­daya etnis di Tanah Air melalui rumah adatnya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, bertujuan agar Bangsa Indonesia makin mengenal satu sama lain dan menghargai perbedaan budaya.

Sedangkan Norsk Folkemu­seum menampilkan keaslian bangunan dari tiap wilayah dalam beberapa abad, dan gaya hidup masyarakat Norwegia dari satu era ke era lainnya. Mereka memperagakannya dengan mengenakan pakaian di abad tersebut serta memperlihatkan sebagai contoh, cara membuat roti rumahan di abad itu.

Baca juga : Menteri Imin Sesumbar Atasi Kemiskinan Ekstrem Hanya Dalam Dua Tahun

Setidaknya, bagi mereka yang berkunjung ke Norwegia untuk waktu yang tidak terlalu lama, kesempatan ke museum tersebut akan membawa mereka meli­hat ragam pola hidup melalui “lorong waktu”.

Saya beruntung bisa menapaki lorong waktu tersebut di tengah suasana akhir tahun. Suasana pesta rakyat yang terasa semakin istimewa karena ditampilkannya tarian rakyat dan musik tradisional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense