Dark/Light Mode
M Qodari Di Podcast Rakyat Merdeka
Kemenangan KIM Plus Untungkan Pemerintah
RM.id Rakyat Merdeka - Kemenangan besar Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Pilkada serentak 2024, membawa berkah bagi Presiden Prabowo Subianto. Karena pasca Pilkada serentak ini, dukungan politik yang dimiliki Prabowo sudah linear antara pusat dan daerah. Prabowo akan lebih mudah mengeksekusi program pemerintah pusat di daerah.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Kantor Staf Kepresidenan yang juga eks Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka, Sabtu (30/11/2024). Dalam podcast yang dipandu Wartawan Rakyat Merdeka Siswanto, Qodari membahas soal peta politik pasca Pilkada serentak 2024.
“Kalau kita lihat hasil secara keseluruhan, dilihat secara politik, sebetulnya ini sukses besar untuk KIM. Terutama di daerah besar secara populasi,” kata Qodari.
Baca juga : Warga Di Kolong Tol Dipindahkan Ke Rusun
Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, mayoritas jagoan KIM berhasil menang di berbagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.
Di Pulau Jawa, KIM Plus berhasil juara di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Di Jabar ada Deddy Mulyadi-Erwan Setiawan, di Jateng ada Ahmad Luthfi-Taj Yasin, di Jatim ada Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Terkahir di Banten, pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah yang diusung KIM Plus berhasil menang.
Menurut Qodari, wilayah-wilayah yang menang itu, kelak akan dipimpin gubernur yang berasal dari KIM Plus. Kalau gubernur yang terpilih masih bagian dari koalisi pendukung pemerintah, maka akan berdampak positif bagi program Presiden Prabowo.
Baca juga : Beringin Pede Jadi Runner Up
Qodari menjelaskan, agar pemerintahan berjalan dengan baik, Prabowo-Gibran harus didukung masyarakat. Dalam hal ini, Prabowo sudah mendapatkannya dengan tingkat keyakinan 87 persen. Kemudian, 82 persen dukungan dari parlemen.
“Sehingga, PR Pak Prabowo hanya di daerah. Jika pusat dan daerah beda pendapat, maka program tidak akan berjalan. Apalagi, jika daerah tersebut memiliki populasi yang besar,” tuturnya.
Bagaimana dengan Jakarta? Qodari menilai, hingga saat ini, hasil Pilkada Jakarta masih kompetitif. Artinya, Pilkada Jakarta bisa berlangsung 1 putaran dan 2 putaran.
Baca juga : Gerindra 32, PDIP 21
Sebab, quick count yang dilakukan lembaga survei, angkanya masih di kisaran 49-50 persen dengan margin error kurang lebih 1 persen. Sehingga hasil yang diperoleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno versi quick count, masih bisa berubah. Bisa naik menjadi 51 persen, tapi juga bisa juga turun ke angka 48 sampai 49 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.